Lebih dari 600 WNI Gabung Teroris di Suriah

"Sebagian sudah meninggal, ada juga yang sudah kembali ke sini. Ada yang sedang diproses, ada juga yang digagalkan baik di Indonesia maupun di luar negeri," kata Kapolri.

Kamis, 29 Des 2016 10:14 WIB

Asap membumbung ke udara setelah terjadi serangan di kawasan Aleppo, Suriah, Sabtu (3/12/2016). (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Kepolisian memperkirakan ada lebih dari 600 warga Indonesia berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok teroris di negara itu. Kapolri Tito Karnavian mengatakan, mereka hijrah untuk bergabung dengan dua kelompok teroris besar di sana.

"Ada 600 orang lebih yang berangkat hingga hari ini. Sebagian sudah meninggal, ada juga yang sudah kembali ke sini. Ada yang sedang diproses, ada juga yang digagalkan baik di Indonesia maupun di luar negeri. Informasi terbaru di Singapura ada dua orang, di Malaysia juga ada yang ditangkap, dan di Turki juga ada yang ditangkap dan dikembalikan Indonesia," kata Tito di Rupatama Mabes Polri, Rabu (28/12/16).

Baca juga:


Kapolri Tito Karnavian menjelaskan, dua kelompok teroris di Suriah yang terbesar adalah kelompok ISIS dan Jabhah Nusrah yang merupakan cabang Al Qaeda. Dua kelompok teroris ini saling berkompetisi di Irak dan Suriah.

"Sebagian besar WNI bergabung dengan kelompok JAD yang mendukung ISIS," ujar Tito.

Warga Indonesia yang bergabung dengan ISIS, menurut Tito, berasal dari jaringan teroris Jamaah Ansharu Daulah (JAD). Sedangkan yang bergabung dengan kelompok Jabhah Nusrah adalah bekas anggota Jemaah Islamiyyah di Indonesia.

"Kami prinsipnya kerjasama dengan negara lain dan monitor intelijen. Kalau ada WNI yang tertangkap di negara lain, akan dipulangkan ke Indonesia," kata Tito.

Peristiwa terakhir ada tiga WNI yang dideportasi dari Turki saat hendak menyeberang ke Suriah. Tiga orang itu sudah dipulangkan kembali ke Indonesia. Mereka kini diperiksa Detasemen Khusus Antiteror 88 Mabes Polri di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

Istana Pertanyakan Niat DPR Bentuk Pansus Tenaga Kerja Asing

  • Ratusan Koin Cina Dari Abad ke 10 Ditemukan di Banyuwangi
  • Dewan Keamanan PBB Bakal Kunjungi Bangladesh
  • Kasino Terbesar di Australia Kena Hukuman Denda Karena Ubah Mesin Poker

Anda berencana ke luar negeri? Ingin beli oleh-oleh, tapi takut kena pajak? Pada 1 Januari 2018, pemerintah menerbitkan regulasi baru untuk impor barang bawaan penumpang dan awak sarana pengangkut.