Densus 88 Geledah Sejumlah Lokasi di Solo

Polisi menemukan sejumlah barang bukti terkait terduga teroris NS.

Minggu, 11 Des 2016 19:06 WIB

Polisi bersenjata amankan lokasi penggeledahan tim densus anti teror di Cemani Ngruki Sukoharjo. Foto: Yudha Satriawan/KBR

KBR, Solo- Detasemen Khusus Antiteror 88 Polri mendatangi sejumlah lokasi di Karanganyar, Solo dan Sukoharjo, Jawa Tengah untuk mencari barang bukti terduga teroris yang ditangkap di Bekasi. Kapolres Sukoharjo, Ruminio Ardano mengatakan, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti terkait terduga teroris NS.

“Tim Densus 88 Mabes Polri melakukan penggeledahan di Ngruki Cemani Sukoharjo terkait dengan penangkapan pelaku teroris di Bekasi. Salah satu pelaku yang ditangkap Densus di Bekasi, berinisial NS, kesehariannya di lokasi ini, di ruko ini. Dilakukan penggeledahan tim densus, dibantu Polres Sukoharjo. Yang bersangkutan di sini berjualan air minum isi ulang dan kegiatan lain yang dinamakan ADC, Azzam Dakwah Centre. Barang bukti yang disita secara garis besar yang terkait kegiatan NS di sini, ada dokumen, spanduk dan sebagainya, informasi detail menjadi kewenangan densus.”

Meski demikian, Ruminio enggan menjelaskan lebih detail perihal barang bukti yang ditemukan saat penggeledahan. Dari pengamatan di lokasi, densus anti teror dan polisi membawa berbagai dokumen dan sepeda motor dari bangunan toko tersebut. Polisi sempat meminta ratusan warga maupun jurnalis menjauh dari lokasi tersebut.

Lokasi pertama di Karanganyar, densus anti teror dan kepolisian setempat menggeledah rumah yang dihuni SY alias Abu Izzah, terduga teroris yang ditangkap Sabtu kemarin di daerah tersebut. Lokasi kedua, densus anti teror dan kepolisian di Solo menggeledah sebuah rumah kos di Laweyan Solo yang sempat dihuni terduga teroris yang ditangkap di Bekasi berinisial NS.

Densus anti teror dan polisi kemudian bergerak menuju sebuah toko di Jalan Semen romo no 80 B, Ngruki, Cemani Sukoharjo yang juga dipakai terduga teroris NS.

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.