Besok Pisahkan Kembar Siam, RS Hasan Sadikin Kerahkan Lebih 50 Dokter

"Mengalami perdempetan kedua tulang pinggul, tulang duduk juga sebagian kaki dan beberapa organ dalamnya seperti usus besar,"

Rabu, 14 Des 2016 21:08 WIB

Bayi kembar siam Devina Devani, Kamis (14/12) akan menjalani operasi pemisahan di RS Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat. (Foto: KBR/Arie N.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Bandung- Sebanyak lebih  50 dokter dikerahkan oleh Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung untuk menangani operasi pemisahan bayi kembar siam Devina dan Devani asal Sumedang, Jawa Barat. Operasi pemisahaannya   dilakukan besok yang diperkirakan memakan waktu maksimal selama 18 jam.

Menurut Direktur Medis dan Keperawatan RSHS Bandung, Nucky Hidayat, banyaknya dokter yang dikerahkan itu disebabkan kondisi pendepempetan bayi yang kini berusia 2,3 tahun tersebut kompleks.

"Mengalami perdempetan kedua tulang pinggul, tulang duduk juga sebagian kaki dan beberapa organ dalamnya seperti usus besar, tempat saluran pembuangan kotoran, tempat pembuangan saluran kencing serta kelamin," kata Nucky Hidayat di Bandung, Rabu (14/12).

Direktur Medis dan Keperawatan RSHS Bandung, Nucky Hidayat mengatakan secara teknis medis sebenarnya kondisi tersebut sangat sulit dilakukan tindakan operasi pemisahaan.

Sementara itu, Ketua tim dokter kembar siam RSHS, Dadang Sjarief Hidajat menjelaskan kemungkinan dengan adanya organ tubuh yang bersatu, menyebabkan banyak fungsi yang akan terganggu.

"Istilah tanda kutipnya dikorbankan kakinya, ada yang mungkin anusnya dipindahkan dan juga kelaminnya dan sebagainya," kata Dadang Sjarief Hidajat di Bandung, Rabu (14/12).

Dadang Sjarief Hidajat mengatakan, sejak tujuh hari sebelum pelaksanaan operasi pemisahaan, tim dokter telah melakukan persiapan yang matang seperti simulasi operasi di ruangan sampai dengan pasca operasi dan perawatan sesudahnya.

Kondisi awal bayi kembar siam dempet asal Sumendang saat ini, dianggap sangat kompleks. Keduanya mengalami tulang pinggul bersatu, saluran air besar dan air kecilnya bersatu, kaki sebelah kanan terpisah tetapi kaki bagian kiri tergabung.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!