Ilustrasi. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi oleh PT Pertamina Geothermal Energy. (Foto: ANTARA)



KBR, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan bentuk tim untuk mengkaji mangkraknya 34 proyek pembangkit listrik pemerintah.

Ini menyusul pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengancam akan membawa proyek yang sudah 7-8 tahun mangkrak tersebut ke KPK.

Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan mengatakan KPK akan melihat apakah ada potensi korupsi terkait mengkraknya proyek itu.

"Ya nanti, otomatis karena beliau (Presiden) sudah mengatakan begitu, tim nanti akan segera bergerak masih akan segera dibentuk. Dalam hal ini masih mengumpulkan bahan-bahan keterangan. Kita tahu PLN 35 ribu megawatt itu memang biaya yang tidak sedikit. Jadi memang itu perlu kita kawal. Ya ini akan kita mulai. Dilakukan dulu pengumpulan bahan-bahan keterangan apakah ada korupsinya apa tidak. Mangkrak itu tidak selalu ada korupsi, nanti kita lihat dulu,' kata Basaria Pandjaitan di Gedung KPK Jakarta, Rabu (2/11/2016).

Baca: Proyek Listrik Mangkrak, Jokowi Ancam Bawa ke KPK   

Meski begitu, Basaria belum memberikan keterangan lebih mengenai tim tersebut. Ia juga belum tahu pasti kapan tim tersebut akan dibentuk.

"Masih akan dibicarakan ini hari, tapi yang pasti mereka akan melakukan pengimpulan bahan-bahan keterangan yangg berhubungan dengan proyek listrik 35 ribu megawatt," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga telah meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk segera mengaudit proyek yang menelan biaya hingga triliunan rupiah itu. Jokowi mengancam apabila proyek pembangkit listrik tidak bisa diteruskan, ia akan melaporkan kasus itu ke KPK.

Berdasarkan data yang diperoleh Jokowi, realisasi pembangkit listrik yang sudah beroperasi secara komersial (commercial operation date/COD) hingga tahun ini baru selesai sekira 36 persen.

Baca: Proyek Listrik 1,5 Triliun 8 Tahun Tak Kelar, Jokowi Peringatkan Dirut PLN   

Secara keseluruhan hingga 24 Oktober 2016, realisasi proyek tersebut baru mencapai 29,4 persen. Proyek itu ditargetkan selesai hingga tahun 2019.

Jokowi meminta jajarannya bersama PT PLN (Persero) harus bekerja keras untuk mencapai target. Kata Jokowi, sudah banyak investor yang mengantre untuk terlibat. Jokowi menambahkan dari 109 proyek listrik, 79 di antaranya baru memasuki tahap perencanaan dan pengadaan.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!