Bekas Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di gedung KPK, menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan 2007, Selasa (1/11/2016). (Foto: ANTARA)



KBR, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mencari alat bukti untuk menyasar pihak swasta dalam dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan tahun 2006-2007.

Salah satunya adalah PT Prasasti Mitra milik Bambang Rudijanto Tanoesudibjo. Bambang adalah kakak dari pemilik MNC Group, Hary Tanoesudibjo.

Ketua KPK Agus Rahardjo tak membantah jika perusahaan Bambang bisa saja bertanggung jawab dalam kasus itu. Namun, kata dia, KPK selalu mengikuti data, informasi dan alat bukti.

"Ya most likely bisa seperti itu (pihak swasta). (Termasuk perusahaan Rudi Tanoe?) Ya bisa saja, selalu perkembangan kita mengikuti data, informasi, alat bukti yang dikumpulkan oleh penyidik kita. Murah-mudahan nanti kalau bertambah ya kita tambahi siapa yang bertanggung jawab," kata Agus Rahardjo di Gedung KPK Jakarta, Senin (14/11/2016).

Baca:  Dugaan Korupsi Alkes, KPK Kembali Periksa Menteri Era SBY   

Sebelumnya, KPK telah menetapkan lima tersangka dari unsur pemerintah dalam kasus Alkes. Mereka adalah bekas Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Ratna Dewi Umar, bekas Sekretaris Menko Kesra Sutedjo Juwono, bekas Sekretaris Ditjen Pelayanan Medik Kemenkes, Mulya Hasjim, pejabat Kemenkes, Rustam F Pakaya serta bekas Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari.

Ratna Dewi Umar dinilai menyalahgunakan wewenang dengan menunjuk langsung PT Rajawali Nusindo dalam proyek pengadaan alat kesehatan dan perbekalan dalam rangka wabah flu burung.

Namun, PT Rajawali Nusindo justru menyerahkan proyek kepada PT Prasasti Mitra milik Rudi Tanoe. Siti diduga mengarahkan agar perusahaan milik kakak Ketua Umum Partai Perindo itu mendapatkan tender.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!