Jokowi: Jangan Sampai karena Pilkada, Runtuh Pondasi Keberagaman Kita

"Masyarakat mulai dewasa dalam menghadapi ini. Masyarakat kita senang yang harmonis," kata Jokowi.

Selasa, 01 Nov 2016 08:17 WIB

Personel Brigade Mobil (Brimob) berbaris di Monas, Jakarta, Senin (31/10/2016). Sekitar 5000 personel Brimob gabungan dikerahkan untuk mengamankan ibukota Jakarta menghadapi rencana aksi besar-besaran

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyikapi serius ramainya pemberitaan di media sosial mengenai rencana aksi demonstrasi besar-besaran pada Jumat, 4 November mendatang.

Presiden mengatakan telah mengundang Kapolri, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dan Panglima TNI untuk mengidentifikasi dan memetakan situasi terkait rencana aksi itu.

"Kita harus meyakini bahwa Polri dan TNI bekerja dan tidak memberikan  toleransi terhadap demo yang anarkis," kata Jokowi saat bertemu dengan 35 pemimpin redaksi di Istana Merdeka Jakarta, Senin (31/10/2016) malam.

Baca juga:


Jokowi mengatakan 'suasana kebatinan' yang ada di pemerintahan sebetulnya masih 'biasa-biasa saja' melihat reaksi publik terhadap rencana aksi yang dimotori oleh ormas FPI dan lain-lain.

Namun ia tidak menampik jika pemerintah memperhatikan isu itu dengan serius. Ia menegaskan demonstrasi merupakan hak setiap warga negara yang mendapat ruang dalam demokrasi di tanah air. Namun tentu saja ada batasan dan ketentuan yang harus dipatuhi.

"Jangan sampai hanya karena Jakarta dan Pilkada, kita runtuhkan pondasi keberagaman dan persatuan kita yang mulai baik. Masyarakat mulai dewasa dalam menghadapi ini. Masyarakat kita senang yang harmonis," kata Jokowi.

Ia mendorong ada lebih banyak tokoh politik, agama dan masyarakat yang bicara soal keberagaman Indonesia.

"Pilkada bukan hanya di Jakarta," katanya mengingatkan.

Rencananya ada aksi besar-besaran dari FPI pada 4 November 2016 mendatang. Kabarnya FPI akan mengerahkan ribuan orang. Aksi itu menuntut penangkapan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang dituduh menistakan agama.

Pernyataan Ahok supaya masyarakat tidak sampai dibohongi orang menggunakan Alquran, ditafsirkan sebagai penghinaan Alquran dan penistaan agama. Isu ini membesar karena berdekatan dengan Pilkada 2017, dan Ahok menjadi salah satu calon di Pilkada itu.

Kekhawatiran akan rusuh salah satunya muncul dari petinggi FPI Rizeq Shihab yang mengatakan, jika aparat bersikap keras terhadap demonstran, itu bakal memicu rusuh yang meluas. Meski begitu pentinggj FPI Awit Masyhuri berjanjo aksi akan berlangsung dengan damai.

Baca: Aksi 4 November, FPI Klaim akan Berlangsung Damai

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU

  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara

Jokowi Tanggapi Komentar Prabowo Soal Ambang Batas 20 Persen

  • Dampak Kenaikan Gaji Tak Kena Pajak Mulai Dorong Konsumsi Masyarakat
  • Pemerintah Dinaikkan Harga Pokok Beras
  • Pemkab Bondowoso Bayar Wartawan Minimal Rp200 Ribu per Berita

Fasilitas KITE IKM diharapkan menjadi jawaban untuk mendorong industri kecil dan menengah untuk terus bergeliat meningkatkan ekspor di tanah air.