Penyerangan LBH Jakarta, Komnas Perempuan Desak Polisi Usut Pelaku

"Aparat penegak hukum agar segera mengusut tuntas kasus penyerangan gedung YLBHI/LBH Jakarta, meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat"

Senin, 18 Sep 2017 13:27 WIB

Sekelompok orang mengepung dan menyerang kantor LBH Jakarta, Senin (18/09) dini hari. (Foto: KBR/Ria A.)

KBR,Jakarta- Komnas Perempuan mengecam tindakan pengepungan dan penyerangan  yang terjadi pada kegiatan pentas seni 'Asik-Asik Aksi' yang berlangsung di gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) pada Minggu (17/09/2017)  oleh sekelompok orang. Ketua Komnas Perempuan, Azriana Rambe Manalu menyebut tindak penyerangan yang terjadi dinihari tadi  memberi ketakutan dan ketegangan pada masyarakat khususnya para penyintas.

Dia mendesak pemerintah   menindak tegas pelaku penyerangan dan meminta pemerintah membantu perbaikan gedung.

"Para lansia penyintas peristiwa 1965/1966 telah menjadi korban dari tragedi kemanusiaan. Mereka harus dipenuhi haknya atas kebenaran, keadilan, pemulihan dan jaminan atas ketidak beruntungan. Aparat penegak hukum agar segera mengusut tuntas kasus penyerangan gedung YLBHI/LBH Jakarta, meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat melalui proses hukum, agar menjamin tindakan yang sama tidak terulang," ujar Azriana, ketika membacakan petisi  di Komnas Perempuan, Senin (18/09/2017).

Menurut Isnur, Ketua YLBHI Divisi Advokasi mengatakan ketakutan yang ditimbulkan atas mobilitas masa yang terjadi semalam membuat para penyintas lansia trauma dan takut dihadapkan banyak orang.

"Massa itu sudah banyak bahkan meneriakan ada diskusi PKI ke orang-orang yang lewat, mereka juga meneriakan kata-kata bunuh, gorok, ganyang, masukan ke dalam lubang buaya. Massa sudah tendensius, sampai jam 1 itu semakin panas dan mau meriangsek masuk. Para lansia yang ketakutan ada yang pingsan karena tegang." ujar Isnur

Bukan hanya pelemparan dan pengepungan gedung, massa juga sempat mengikuti beberapa peserta pentas seni yang di evakuasi ke beberapa lokasi seperti Komnas Perempuan dan Polda. hal itu menurut Isnur membuat para lansia semakin trauma dengan kerumunan orang.

Akibat penyerangan oleh masa tersebut, kata Isnur kantor YLBHI akan ditutup sementara hingga Selasa (19/09/2017), karena kondisi kantor yang berantakan dan harus dibenahi terlebih dahulu. Ia juga menambahkan, sampai pagi tadi seluruh peserta kegiatan pentas seni di YLBHI yang terdiri dari, aktivis, lansia penyintas, petani dan pendamping sudah diantarkan pulang ketempatan mereka masing-masing dengan pengawalan polisi.

"Kami harap ada perlindungan bagi peserta kemarin. Kami tidak bisa beritahukan siapa saja karena kami takut mereka nanti menjadi korban persekusi. Karena saat evakuasi saja beberapa madsa sempat mengambil foto dan menyebar luaskannya." ujar Isnur.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.