Titik Pencarian Korban Banjir Garut, Diperluas

Titik pencarian korban banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat terus diperluas menyusuri sepanjang aliran Sungai Cimanuk.

Sabtu, 24 Sep 2016 15:47 WIB

Petugas TNI, Polri, serta Basarnas mencari korban pascabanjir bandang aliran Sungai Cimanuk di Lapangparis, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta - Titik pencarian korban banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat terus diperluas menyusuri sepanjang aliran Sungai Cimanuk. Pasalnya, menurut Kepala Bidang Pencegahan BPBD Garut Ade Rusiyana, penyisiran terakhir menunjukkan korban yang tewas ditemukan di sekitar Waduk Jatigede, Sumedang.

"Terus diperluas area pencarian, kami sudah koordinasi termasuk dengan BPBD lintas kabupaten, jadi semua ikut mencari, sampai dengan relawan. Dua (korban tewas--Red) terakhir itu ditemukan di Bendungan Jati Gede, kan itu wilayahnya sudah jauh di Majalengka," jelas Ade kepada KBR, Sabtu (24/9/2016).

Itu sebab, kata Ade, koordinasi pencarian pun terus diperluas hingga melibatkan anggota BPBD lintas kabupaten.

"Kami kembangkan pencarian di sepanjang aliran Sungai Cimanuk," imbuhnya.

Untuk sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Zakaria mencatat jumlah korban meninggal yang ditemukan mencapai 30 orang. Angka ini masih mungkin bertambah mengingat penyisiran terus dilakukan. Hingga kini masih ada 20-an orang lain yang dicari.

"Data sementara di atas 30 orang yang meninggal (data sementara 32--Red) dan 22 orang yang masih hilang," jelas Zakaria melalui pesan pendek kepada KBR, Sabtu (24/9/2016).

Baca juga:

Dalam masa darurat bencana ini, kata Dadi, pihaknya juga berupaya membersihkan puing-puing bangunan dan lumpur-lumpur yang mengendap di permukiman.

Sebelumnya, bencana banjir bandang terjadi di sepanjang aliran Sungai Cimanuk. Korban meninggal berasal dari beberapa wilayah, seperti Kampung Sukapadang, Kecamatan Tarogong Kidul, Kampung Cimacan, dan Kelurahan Rengganis. Sementara data BNPB menyebutkan, ada enam kecamatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, terdampak bencana banjir bandang dan longsor menyusul hujan deras mengguyur Garut terjadi pada Selasa (20/9/2016) lalu.





Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

HNW Sarankan Masyarakat Gugat UU Pemilu ke MK

  • Diskusi Karya Enny Arrow di Semarang Dilarang Polda Jateng
  • Persiba Dukung Wasit Asing di Liga 1
  • Rafinha Berambisi Jadi Suksesor Lahm

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.