Pilkada DKI, Panglima: Saya Berat Melepas Agus

"Mayor Agus masuk ke situ. Jadi salah satu kader yang dipersiapkan, sebenarnya,"

Jumat, 23 Sep 2016 18:57 WIB

Calon Gubernur Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyatakan Agus Yudhoyono termasuk kader yang disiapkan untuk jadi pemimpin TNI. Agus merupakan anggota TNI yang mundur karena ikut Pilkada DKI Jakarta.

Gatot menjelaskan, TNI pernah menjaring calon-calon pemimpin dari angkatan 1990 sampai 2004. Agus masuk dalam personil-personil yang terpilih.

"Mayor Agus masuk ke situ. Jadi salah satu kader yang dipersiapkan, sebenarnya," ujarnya kepada wartawan di Mabes TNI Cilangkap, Jumat (23/9/2016) sore.

Gatot mengaku berat melepaskan salah satu kader terbaiknya meski tetap menghormati keputusan Agus terjun ke politik.

"Saya berat. Tapi karena itu hak pribadi, saya harus melepas itu," tambahnya.

Gatot menjelaskan, Agus memiliki sejumlah prestasi yang belum tersaingi. Dia merupakan lulusan terbaik di SMA Taruna Nusantara pada 1997. Selain itu, ketika lulus Akmil pada 2000, Agus juga memegang tiga penghargaan Adhi Makayasa untuk mental, fisik, dan intelektual sekaligus.

"Nilainya sampai sekarang belum tersaingi," tambah Gatot.

Namun demikian, kata Gatot, TNI masih memiliki sejumlah kader terbaik lain yang disiapkan sebagai pemimpin.

Agus Yudhoyono diusung jadi Cagub bersama Cawagub Sylviana Murni. Pasangan ini diusung poros Cikeas yang berisi Demokrat, PAN, PKB, dan PPP.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Periksa Istri Setnov, KPK Dalami Kepemilikan Saham di Perusahaan e-KTP

  • TNI-Polri Disebut Ingin Usir Penduduk Asli di Tembagapura
  • Pengawasan Dana Desa Terkendala Transportasi
  • AS Masukan Korut dalam Daftar Hitam Negara Pendukung Terorisme