Seorang nelayan di kawasan pesisir Kuala Mamplam, Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, tak bisa melaut akibat ombak setinggi 3 meter. (Foto: KBR/Erwin J.)



KBR, Lhokseumawe– Ribuan nelayan di Kota Lhokseumawe, Acet tak bisa melaut. Penyebabnya ombak setinggi 3 meter yang melanda perairan Selat Malaka.

Tokoh Adat Nelayan Lhokseumawe, Muhammad Nurdin mengatakan, seluruh kapal nelayan sudah bersandar di dermaga. Dia belum dapat memastikan kapan situasi badai angin kencang yang disertai hujan dan petir itu akan mereda.

”Tadi kira-kira ada ketinggian 3 Meter sampai-sampai boat bisa dilewati ombak. Gelombang yang tinggi itu bergemuruh sampai kemari di darat terkena imbasnya. Kalau sudah begini nelayannya pasti  libur tidak ada kegiatan. Mereka menganggur semua coba tengok. Bahkan mau tarik pukat saja tidak bisa atau bisa dibilang lumpuhlah,” kata Nurdin menjawab KBR, Jumat (23/9).

Tokoh Adat Nelayan Lhokseumawe, Muhammad Nurdin menghimbau  nelayan untuk mewaspadai gangguan cuaca buruk tersebut. Terlebih, gelombang tinggi masih terus mengalami peningkatan yang dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan jiwa nelayan ketika menjaring ikan di lautan lepas.

Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!