Pemerintah Targetkan Tahun Depan Tanah di Jakarta, Surabaya, Batam Sudah Tersertifikasi

"Terutama di kota besar. Untuk itu BPN dan Menteri ATR ini akan mempercepat. Kita harapkan tahun 2025, jika mungkin seluruh tanah dan lahan di Indonesia sudah tersertifikasi,"

Senin, 12 Sep 2016 13:02 WIB

Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil. (Foto: Setkab)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta - Pemerintah menargetkan paling lambat  2025, setiap   lahan di seluruh Indonesia sudah tersertifikasi. Oleh karenanya, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil mendorong masyarakat untuk segera mensertifikasi tanahnya.

Dia memastikan tidak akan mempersulit prosesnya. Kata dia saat ini baru sekitar 45 persen lahan di seluruh Indonesia yang sudah tersertifikasi.

"Lahan di Indonesia itu baru sekitar 45 persen yang baru tersertifikasi. Terutama di kota besar. Untuk itu BPN dan Menteri ATR ini akan mempercepat. Kita harapkan tahun 2025, jika mungkin seluruh tanah dan lahan di Indonesia sudah tersertifikasi," ucapnya kepada wartawan usai mewakili Wakil Presiden, Jusuf Kalla   menyerahkan hewan kurbannya di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (12/09).

Kata dia, untuk wilayah percontohan, pihaknya akan menjadikan Jakarta, Surabaya dan Batam, wilayah yang lahannya sudah tersertifikasi semuanya paling lambat hingga  2017 mendatang. Selanjutnya akan disusul daerah-daerah lain yang dianggap prioritas dalam pelaksanaan program tersebut.

"Tahun 2016-2017 kita punya pilot projek seluruh tanah di Jakarta terpetakan terdaftar dan tersertifikasi. Juga Surabaya dan Batam itu sebagai pilot project-nya," ujarnya.

Selain itu kata dia, pihaknya juga akan memprioritaskan sertifikasi lahan perkebunan milik masyarakat. Dengan begitu kata dia, nantinya masyarakat kecil bisa menggunakan sertifikat lahan tersebut sebagai jaminan pinjaman ke bank untuk mengembangkan usahanya.

"Ini kita akan kita lanjutkan untuk serifikasi kebun milik rakyat. Supaya rakyat itu, sawit mendapatkan sertfikasi sawit sustainable. Dengan memberikan sertifikat, masyarakat akan bisa membuat jaminan di bank," tambahnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Kepolisian Siapkan 4 Ribu Personel Amankan Kunjungan Obama di Jakarta dan Bogor

  • Peningkatan Kendaraan Arus Balik Lebaran Terjadi di Tol Cileunyi
  • Penghapusan Sistem Kuota, Importir: Lihat Dulu Apa Komoditasnya
  • Militer Filipina Temukan 17 Jenazah yang Dimutilasi di Marawi

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?