Sejumlah wisatawan berada di pinggir pantai Tanjung Aan, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (9/9). Foto: ANTARA



KBR, Kupang - Nusa Tenggara Timur (NTT) menyabet empat penghargaan empat emas dalam Lomba Anugerah Pesona Indonesia (API) 2016 yang digelar Kementerian Pariwisata.

Juru bicara Gubernur NTT, Semuel Pakereng mengatakan, penghargaan itu dari Katagori Tujuan Wisata Terpopuler Kebersihannya Pantai Nihi Watu-Kabupaten Sumba Barat, Katagori Tempat Menyelam Terpopuler Pulau Alor-Kabupaten Alor, Katagori Tempat Berselancar Terpopuler Pantai Nemberala-Kabupaten Rote Ndao, dan Katagori Situs Sejarah Terpopuler Rumah Pengasingan Soekarno-Kabupaten Ende.

Selain itu NTT juga, kata dia, meraih satu perak dan satu perunggu  dari Katagori Atraksi Budaya Terpopuler Pasola-Sumba dan Katagori Dataran Tinggi Terpopuler  Gunung Kalimutu-Kabupaten Ende.

"Namun dari situ kita dapat empat katagori yang terbaik. Hampir semua kita masuk nominasi, namun hanya enam katagori yang kita berhasil raih juara 1,2, dan 3," kata Semuel Pakereng yang dihubungi dari Kupang, Senin (19/9/2016).

Semuel Pakereng menambahkan, penghargaan kepada para juara diterima oleh masing-masing bupati. Sedangkan peghargaan juara umum diterima Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

Penganugerahan Juara API sendiri diserahkan langsung Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta. Semuel Pakereng mengatakan, Lomba Anugerah Pesona Indonesia diikuti 103 calon dari 10 kategori yang dilombakan sejak 23 Mei hingga 23 Agustus.

Anugerah Pesona Indonesia (API) bertujuan untuk mendorong peran serta berbagai pihak terutama para pemerintah daerah untuk lebih berupaya dalam mempromosikan pariwisata di daerahnya masing-masing.


Juli Rekor Baru Kunjungan Wisman Capai 1 Juta

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rekor kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juli 2016 mencapai 1,03 juta kunjungan. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, jumlah itu meningkat 17,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang hanya 877,6 ribu.

Sasmito mengatakan, secara tahunan, kunjungan wisman pada Agustus 2016 mengalami kenaikan sebesar 20,42 persen.

"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan Juli 2016 mencapai 1,03 juta kunjungan. Ini sejarah baru, jumlah wisatawan masuk ke Indonesia, pertama ini yang tertinggi selama kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Kedua, untuk pertama kalinya melewati satu juta, what barrier satu juta kunjungan dalam satu juta. Kami apresiasi pada Kementerian pariwisata dan lainnya," kata Sasmito di kantornya, Kamis (01/09/16).

Sasmito mengatakan, ada beberapa alasan kunjungan wisman meningkat tajam pada Juli lalu. Menurutnya, penyebab utamanya adalah kampanye intensif dari Kementerian Pariwisata yang mempromosikan pariwisata lokal dan promosi atraksi dan destinasi wisata dalam negeri.

Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Juli 2016, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 6,32 juta kunjungan, atau mengalami kenaikan 7,64 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sasmito berujar, apabila dilihat dari negara asal, kunjungan wisman terbanyak berasal dari Tiongkok dan Australia. Pada Juli 2016, jumlah kunjungan wisman dari Tiongkok mencapai 153.934 kunjungan, diikuti Australia sebanyak 122.866 kunjungan. Kata dia, wisman dari Singapura justru mengalami penurunan menjadi 94.187 kunjungan, sedangkan Malaysia turun menjadi 90.479 kunjungan.

Sasmito berkata, kunjungan wisman itu didominasi melewati 19 pintu utama, baik wisman reguler maupun khusus. Sementara itu, sisanya melalui pos lintas batas dan pos lainnya. Pintu utama dengan kenaikan jumlah kunjungan tertinggi adalah Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara sebesar 267,50 persen, diikuti Bandara Sepinggan, Kalimantan Timur, 192,83 persen, dan Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, sebesar 130,36 persen.

Baca juga:
Gaet Wisatawan Nikmati Pulau Komodo, Ini yang Dilakukan Pemprov
Labuan Bajo Dipilih CNN Jadi Tempat Selam Terbaik Kedua di Dunia





Editor: Quinawaty 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!