Kejawen Banyumas Rayakan Idul Adha pada Rabu dan Kamis Besok

"Ya sama, hitungannya Kalender Aboge. Kalau di sini kan kurbannya kan besok Kamis Kliwon soalnya tidak memakai hari dan tanggal. Biasanya dilaksanakan pada Kamis ketiga."

Senin, 12 Sep 2016 13:29 WIB

Upacara penyembelihan hewan yang akan digunakan untuk selamatan selama rangkaian punggahan di Panembahan Bonokeling Jatilawang, Banyumas. (Foto: KBR/Muhamad Ridlo)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Banyumas – Penganut Islam Kejawen di Banyumas, Jawa Tengah bakal akan merayakan Idul Adha pada Rabu Pahing dan Kamis Kliwon (14-15/09/2016).  Juru Bicara Adat Desa Penambahan Bonokeling Desa Pakuncen Kecamatan Jatilawang, Sumitro mengatakan Idul Adha jatuh pada Kamis Ketiga kalender alif rebo wage (Aboge).

Menurut Sumitro, penanggalan yang digunakan sama dengan kalender Aboge. Hanya saja, sesuai kebiasaan, kejawen di Panembahan Bonokeling secara turun temurun biasa merayakan Idul Adha pada Kamis ketiga. Setelah itu, pada Jumatnya dilakukan ritual di Balai Malang, kemudian pada Kamis pekan depan dilakukan ritual keagamaan lagi di Balai Bedogol atau rumah adat tetua Panembahan Bonokeling.

Sumitro menjelaskan, perayaan Idul Adha penganut kejawen di Pakuncen sama dengan umat muslim pada umumnya. Hanya harinya saja yang berbeda. Di Pakuncen, Perayaan Idul Adha disebut dengan istilah ‘Perlon Besar’. Penyembelihan hewan kurban  akan  dilakukan di dekat Balai Agung.

"Kalau di sini sekarang masih tanggal 8 (Zulhijah), kan perayaan tanggal 10 besok. Ya sama, hitungannya Kalender Aboge. Kalau di sini kan kurbannya kan besok Kamis Kliwon soalnya tidak memakai hari dan tanggal. Biasanya dilaksanakan pada Kamis ketiga. Di sini tempatnya   bukan di Balai Malang melainkan di Bedogol (kasepuhan). Di Bonokeling tanggal 10 Ada Acara. Hari Jumat ada acara di Balai Malang, Kemudian pada Kamisnya acara di Bedogol-nya." Kata Juru Bicara Adat Desa Penambahan Bonokeling Desa Pakuncen Kecamatan Jatilawang, Sumitro, Senin (12/09).   

Sementara, Penganut Islam Aboge Desa Cibangkong Kecamatan Pakuncen Kabupaten Banyumas akan merayakan Idul Adha pada Rabu Pahing (14/09/2016). Sesepuh Aboge di Desa Cibangkong, Santibi mengatakan perhitungan Aboge menganut siklus delapan tahunan (windu).

Santibi menjelaskan, dalam penanggalan Aboge, 1 Muharam 1437 Hijriah jatuh  Jumat Pon sedangkan untuk menentukan tanggal 1 Zulhijah menggunakan hitungan 'Jahpatji (Zulhijah Papat Sitji)'. Artinya 1 Zulhijah jatuh pada hari keempat dan pasaran pertama. Tanggal 1 Muharam 1437 Hijriah yang jatuh pada hari Jumat Pon dijadikan patokan untuk menentukan hari-hari besar Islam. Hari Raya Idul Adha   dirayakan pada   10 Zulhijah, maka Islam Aboge akan merayakannya pada hari Rabu Pahing.

Saat ini ribuan penganut Islam Kejawen dan aliran Aboge tersebar di Banyumas, Cilacap dan Purbalingga, Jawa Tengah. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Fahri Hamzah: DPR Babak Belur Gara-gara KPK

  • Empat Bencana Alam Ancam Banyuwangi
  • Punya Anjing Bisa Kurangi Risiko Penyakit Jantung
  • Di Bawah Guardiola, Manchester City Diprediksi Sukses