Juli Rekor Baru Kunjungan Wisman Capai 1 Juta

"Ini sejarah baru, jumlah wisatawan masuk ke Indonesia, pertama ini yang tertinggi selama kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia."

Kamis, 01 Sep 2016 21:44 WIB

Wisatawan berada di kawasan wisata Pantai Water Blow, Nusa Dua, Bali, Selasa (30/8). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rekor kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juli 2016 mencapai 1,03 juta kunjungan. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, jumlah itu meningkat 17,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang hanya 877,6 ribu.

Sasmito mengatakan, secara tahunan, kunjungan wisman pada Agustus 2016 mengalami kenaikan sebesar 20,42 persen.

"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan Juli 2016 mencapai 1,03 juta kunjungan. Ini sejarah baru, jumlah wisatawan masuk ke Indonesia, pertama ini yang tertinggi selama kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Kedua, untuk pertama kalinya melewati satu juta, what barrier satu juta kunjungan dalam satu juta. Kami apresiasi pada Kementerian pariwisata dan lainnya," kata Sasmito di kantornya, Kamis (01/09/16).

Sasmito mengatakan, ada beberapa alasan kunjungan wisman meningkat tajam pada Juli lalu. Menurutnya, penyebab utamanya adalah kampanye intensif dari Kementerian Pariwisata yang mempromosikan pariwisata lokal dan promosi atraksi dan destinasi wisata dalam negeri.

Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Juli 2016, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 6,32 juta kunjungan, atau mengalami kenaikan 7,64 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sasmito berujar, apabila dilihat dari negara asal, kunjungan wisman terbanyak berasal dari Tiongkok dan Australia. Pada Juli 2016, jumlah kunjungan wisman dari Tiongkok mencapai 153.934 kunjungan, diikuti Australia sebanyak 122.866 kunjungan. Kata dia, wisman dari Singapura justru mengalami penurunan menjadi 94.187 kunjungan, sedangkan Malaysia turun menjadi 90.479 kunjungan.

Sasmito berkata, kunjungan wisman itu didominasi melewati 19 pintu utama, baik wisman reguler maupun khusus. Sementara itu, sisanya melalui pos lintas batas dan pos lainnya. Pintu utama dengan kenaikan jumlah kunjungan tertinggi adalah Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara sebesar 267,50 persen, diikuti Bandara Sepinggan, Kalimantan Timur, 192,83 persen, dan Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, sebesar 130,36 persen.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR