Beredar di media sosial foto diduga petinggi kepolisian Riau yang sedang kongkow dengan bos perusahaan yang lahannya tengah terbakar.



KBR, Jakarta - Kepala Kepolisian Indonesia Tito Karnavian kembali meyakinkan bahwa kebersamaan jajaran kepolisian Riau dengan bos perusahaan sawit di sebuah tempat hiburan tak berkaitan dengan kebijakan penghentian penyidikan (Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3) 15 kasus Karhutla di Riau.

Pernyataan tersebut menyusul beredarnya foto yang diduga petinggi Polda Riau bersama bos perusahaan yang terlibat kasus Karhutla. Tito pun menuding ada pihak yang sengaja menghubungkan temuan foto itu dengan terbitnya SP3.

"Foto-foto itu tidak ada hubungannya dengan SP3. Karena, yang ada di foto itu tidak ada yang kena SP3. Jadi apa hubungannya foto dengan SP3? jawabannya tidak ada hubungannya sama sekali. Cuma, permasalahannya ada yang berusaha menghubungkan ke arah itu," jelas Kapolri Tito Karnavian di Jakarta, Sabtu (10/9/2016).

Kapolri Tito Karnavian menjelaskan, orang-orang dalam foto itu, terutama pengusaha tidak berkaitan dengan penanganan kasus Karhutla yang diusut kepolisian. Dia pun berdalih, pertemuan jajaran kepolisian dan pengusaha tersebut hanya sebatas makan bersama dan berfoto.

Baca juga:

"Mereka datang untuk bertemu dan berkumpul makan karena ada temannya datang dari Mabes Polri. Kemudian ada kelompok pengusaha di meja lain yang datang, mereka ngobrol, makan dan foto-foto. Kalau seandainya tidak diterima, dikira polisi sombong," kata Tito.

"Namanya foto itu masalahnya. Di foto-foto malah muncul isu seperti itu. Saya minta berpikir positif ya, jangan negatif thinking. Faktanya tidak ada hubungannya dengan SP3," imbuhnya.

Sebelumnya, sempat beredar foto yang diduga pengusaha sawit dengan pejabat Polda Riau. Foto berlatar sebuah tempat hiburan itu sempat menjadi pembicaraan publik karena dianggap berkaitan dengan terbitnya SP3 kasus Karhutla di Riau.



Editor: Nurika Manan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!