Foto Polisi dan Bos Perusahaan Sawit, Ini Jawaban Kapolri

"Kalau seandainya tidak diterima, dikira polisi sombong."

Sabtu, 10 Sep 2016 20:55 WIB

Beredar di media sosial foto diduga petinggi kepolisian Riau yang sedang kongkow dengan bos perusahaan yang lahannya tengah terbakar.



KBR, Jakarta - Kepala Kepolisian Indonesia Tito Karnavian kembali meyakinkan bahwa kebersamaan jajaran kepolisian Riau dengan bos perusahaan sawit di sebuah tempat hiburan tak berkaitan dengan kebijakan penghentian penyidikan (Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3) 15 kasus Karhutla di Riau.

Pernyataan tersebut menyusul beredarnya foto yang diduga petinggi Polda Riau bersama bos perusahaan yang terlibat kasus Karhutla. Tito pun menuding ada pihak yang sengaja menghubungkan temuan foto itu dengan terbitnya SP3.

"Foto-foto itu tidak ada hubungannya dengan SP3. Karena, yang ada di foto itu tidak ada yang kena SP3. Jadi apa hubungannya foto dengan SP3? jawabannya tidak ada hubungannya sama sekali. Cuma, permasalahannya ada yang berusaha menghubungkan ke arah itu," jelas Kapolri Tito Karnavian di Jakarta, Sabtu (10/9/2016).

Kapolri Tito Karnavian menjelaskan, orang-orang dalam foto itu, terutama pengusaha tidak berkaitan dengan penanganan kasus Karhutla yang diusut kepolisian. Dia pun berdalih, pertemuan jajaran kepolisian dan pengusaha tersebut hanya sebatas makan bersama dan berfoto.

Baca juga:

"Mereka datang untuk bertemu dan berkumpul makan karena ada temannya datang dari Mabes Polri. Kemudian ada kelompok pengusaha di meja lain yang datang, mereka ngobrol, makan dan foto-foto. Kalau seandainya tidak diterima, dikira polisi sombong," kata Tito.

"Namanya foto itu masalahnya. Di foto-foto malah muncul isu seperti itu. Saya minta berpikir positif ya, jangan negatif thinking. Faktanya tidak ada hubungannya dengan SP3," imbuhnya.

Sebelumnya, sempat beredar foto yang diduga pengusaha sawit dengan pejabat Polda Riau. Foto berlatar sebuah tempat hiburan itu sempat menjadi pembicaraan publik karena dianggap berkaitan dengan terbitnya SP3 kasus Karhutla di Riau.



Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.