KBR, Bandung-
Jurnalis surat kabar Tribun Jawa Barat, Zezen Zainal,  menerima intimidasi. Ancaman  teror melalui pesan pendek dan telepon berasal dari orang yang mengaku dari sebuah LSM terkait pemberitaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX.

Menurut Zezen, intimidasi berupa ancama teror ini terus berulang selama beberapa hari usai penayangan berita tersebut. Bahkan, pada hari ini dua orang tak dikenal mendatangi istrinya di rumahnya.

"Memang pada hari Sabtu itu si pengancam ini ngomong, saya sudah tahu rumah kamu, saya kejar kamu sampai mana pun. Saya kira hanya gertakan saja, ternyata tadi siang pukul 10.30 WIB istri saya ngasih tahu ada dua orang ke rumah bertato tinggi gede. Terus ngancam-ngancam intimidasi kapan saya datang," ujarnya kepada KBR di Bandung, Selasa (20/9).

Zezen Zainal mengatakan, istrinya saat ini mengalami shock usai kedatangan dua orang itu. Sehingga diputuskan untuk mengungsikan seluruh keluarganya sementara waktu ke tempat tinggal yang lebih aman.

Dia menganggap bahwa hal tersebut sudah mengancam kehidupan pribadinya dan termasuk dalam perbuatan pidana. Rencananya besok kasus intimidasi terhadap dirinya ini akan dilaporkan ke kepolisian setempat.

Pemberitaan pemberitaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX yang berjudul "Menpora Ingatkan PB PON" tayang pada   Sabtu, 17 September 2016, berisikan himbauan dari Dirjen Kemenpora agar PB PON berhati-hati dalam penggunaan dana, agar sampai kasus PON di Riau terulang, ini merupakan hasil konferensi pers di  media center, berlokasi di Trans Studio Mall.

Dalam konferensi pers tersebut, selain Tribun Jawa Barat, juga terdapat jurnalis lainnya yang meliput hal serupa.

"Kemungkinan ini merupakan akumulasi dari berita yang mengkritisi penyelenggaraan PON sebelumnya," kata Zezen.

Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!