Munir dan Suciwati. (Foto: Omah Munir)



KBR, Jakarta- Istri aktivis HAM Munir, Suciwati bangga saat ini banyak anak muda yang tahu akan sosok suaminya Munir, aktivis HAM yang tewas diracun arsenik saat perjalanannya ke Amsterdam Belanda, 7 September 2014 silam. Suci menuturkan pengalamannya bertemu dengan beberapa anak muda yang akhirnya mengidolakan cak munir.

Salah satunya pembuat film "CeritaTentang Cak Munir", Hariwi, yang membuat film itu ketika duduk di bangku kuliah.

"Banyak anak muda yang tidak tahu siapa munir. Namun kemarin, ternyata banyak. Seperti Hariwi pembuat film cerita tentang cak Munir. Dia bilang, 2004 itu saya masih kelas 4 SD. Kemudian ada anak yang kuliah di Jendera. Ada beasiswa dari Munir. Dia bilang saya baru tahu bu. Saya menyesal banget kenapa baru tahu ada sosok Munir yang luar biasa," kata Suciwati kepada KBR di Kinosaurus Cafe, Kemang Jakarta, Rabu (7/9/2016)

Suciwati mengatakan 12 tahun Munir hari ini, diperingati dengan pemutaran film dari beberapa sahabat Munir. Salah satunya Riri Riza, Ratrikala Brhe, dan Hariwi. Suci menuturkan kenapa merawat ingatan kematian Munir hari ini menggunakan sinema atau pemutaran film. Kata Suci, dengan gambar, publik lebih ingat siapa sosok Munir.    

"Kenapa sinema. Ini perwujudan dari sebuah ruang. Seringkali orang lebih mudah mengingat dan mengingat langsung. Itu biasan dari ruang nyata," jelasnya.

Suciwati mengatakan selama 12 tahun kasus HAM Munir mandek. Terakhir gugatannya ke Komisi Informasi Pusat KIP untuk membuka laporan Tim Pencari Fakta, belum juga membuahkan hasil.

"Selama ini 12 tahun kasusnya stuck. Penjahat yang sesungguhnya bebas. Di ruang penegakan hukum kita dorong. Dan di ruang publiknya kita dorong juga," tutur Suci.

"Enam sutradara telah merekam dan mendokumentasikan Munir agar tak menguap di udara. Dua puluh tiga kota menghimpun semangat luar biasa untuk melawan lupa," pungkasnya.

Kata Suci, jika publik mulai hilang kepercayaan kepada istana, maka sahabat munir menjaga rasa, merawat ingat dan melawan lupa.


Munir Said Thalib terbunuh di pesawat Garuda saat dalam perjalanan untuk melanjutkan sekolah di Belanda pada 7 September 2004. Munir tewas akibat racun arsenikum. Hingga kini dalang  pembunuhan itu belum mendapat hukuman.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!