Seskab Beri Sinyal Reshuffle Kabinet Jilid IV, PAN Terancam Kehilangan Kursi Menteri?

Sekretaris Kabinet Pramono Anung memberi sinyal adanya rencana perombakan susunan kabinet pemerintahan Joko Widodo.

Senin, 13 Agus 2018 19:01 WIB

Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat diwawancara wartawan. (Foto: KBR)

KBR, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung memberi sinyal adanya rencana perombakan susunan kabinet pemerintahan Joko Widodo. Usai diwawancara wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta hari ini, dengan nada berkelakar ia tiba-tiba memancing soal reshuffle Kabinet Kerja.

"Kok enggak ada yang nanya reshuffle?" kata Pramono sembari beranjak pergi.

Namun ketika ditanya lebih jauh, Pramono justru enggan memberikan keterangan. Pun ketika dikonfirmasi apakah menteri dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang akan diganti, Pramono memilih berlalu sembari menaiki mobil buggynya.

"(Karena PAN kini oposisi?) Assalamualaikum ya."

Partai Amanat Nasional merapat ke pemerintahan Jokowi pada 2015. Usai deklarasi dukungan, PAN lantas mendapat jatah satu kursi menteri saat reshuffle jilid II pada Juli 2016. Ketika itu, kader PAN Asman Abnur dilantik menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menggantikan Yuddy Chrisnandi.

Sejak tahun lalu, isu PAN akan ditendang keluar dari kabinet sudah berhembus. Ketika itu, hubungan antara PAN dan pemerintahan Jokowi mulai tidak harmonis. PAN dianggap beberapa kali bersebrangan dengan pemerintah dan partai-partai koalisi Jokowi yang lain. PAN dinilai tidak bisa membantu pemerintah mendamaikan situasi Aksi Bela Islam, serta kerap bersebrangan dengan partai koalisi Jokowi yang lain di DPR.

Kini, PAN sudah memastikan dukungan mereka kepada pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada pilpres 2019.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".