Dijual Rp 60 ribu, Daging Kerbau India Mulai Datang Bulan Ini

"Maksimum Rp 60 ribu lah. Bulan ini, bertahap. Kan banyak. Sampai akhir bulan."

Senin, 08 Agus 2016 19:36 WIB

Ilustrasi

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Perum Bulog menyatakan 9,5 ribu ton daging kerbau dari India akan mulai berdatangan bulan ini. Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, daging itu akan didatangkan secara bertahap selama sebulan ini.

Kata dia, daging itu utamanya akan dijual di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dengan harga maksimal Rp 60 ribu.

"(Dijual berapa) Maksimum Rp 60 ribu lah. (Mulai masuk kapan?) Bulan ini, bertahap. Bertahap. Kan banyak. (Sampai kapan?) Sampai akhir bulan. (Jenisnya apa saja?) Macam-macam. kan di India, mereka jualnya istilahnya prosotan, seluruh daging dijadikan satu, average begitu. (Untuk penyakitnya bagaimana?) Oh enggak. Kan sudah diperiksa. Orang dari tim kesehatan sudah ke sana," kata Djarot di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Senin (08/08/16).

Djarot mengatakan, daging kerbau itu akan dijualnya, baik untuk industri maupun konsumsi rumah tangga. Mengenai wilayah distribusinya, kata Djarot, akan dikirim ke beberapa wilayah di Indonesia, terutama DKI Jakarta dan sekitarnya. Menurutnya, daging kerbau tidak kalah enak dengan daging sapi. Namun, apabila ada daerah yang menolak, Bulog tidak akan memaksanya.

Sejak Juni lalu, pemerintah sudah menyatakan rencananya untuk mengimpor daging sapi dari India. Impor daging sapi itu diklaim untuk memenuhi kebutuhan daging dalam negeri dan menstabilkan harga daging yang sampai sekarang masih dikisaran Rp 120 ribu.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Penembak Brimob di Timika Berjumlah 15 Orang

  • Ahli: PNPS Penodaan Agama Langgar HAM Warga Ahmadiyah
  • Jokowi Tunjuk Din Syamsuddin sebagai Utusan Khusus Dialog Antaragama
  • Tak Dapat Bantuan KIS, Puluhan Pemulung Geruduk Gedung DPRD Sumut