Foto Patung Yesus dan Patung Bunda Maria yang dirusak orang tak dikenal di Gereja Santo Yusuf Pekerja, Klaten, Jawa Tengah. (Foto: SEJUK)

KBR, Jakarta - Dalam waktu sehari, dua gereja menjadi sasaran serangan, pada Selasa (9/8/2016). Gereja itu adalah Gereja Katolik Santo Yusuf Pekerja di Klaten, Jawa Tengah serta Goa Maria Sendang Sriningsih Dusun Jali Desa Gayamharjo Kec. Prambanan Kab. Sleman.

Di Klaten, orang tak dikenal menyerang dan merusak Patung Maria dan Patung Yesus. Pelaku mematahkan lengan patung Yesus dan membuang Patung Bunda Maria ke sungai dekat gereja yang berlokasi di Dukuh Minggiran, Desa Plawikan, Kecamatan Jogonalan, Klaten.

Akibat kejadian itu, Patung Yesus Kristus mengalami kerusakan patah pada lengan kanan. Sedangkan Patung Bunda Maria rusak pada bagian kaki, dan terpisah dari alas sehingga tidak bisa diberdirikan.

Salah satu tokoh di gereja itu, Sukomulyana mengatakan pengelola gereja sudah melaporkan kejadian ini ke kepolisian setempat.

"Kasus ini diketahui saat salah satu karyawan kami berdoa. Dia melihat patung sudah dalam posisi tertelungkup. Kami tidak pernah menduga peristiwa semacam ini. Pelakunya hingga saat ini tidak diketahui, dan saat ini sudah ditangani oleh kepolisian," kata Sukomulyana kepada KBR, Rabu (10/8/2016).

Sukomulyana mengatakan selama ini tidak pernah menerima ancaman atau teror.

"Sama sekali tidak ada. Kami sangat akrab dengan warga sekitar. Bahkan kami juga baru saja mengadakan rapat bersama warga. Polisi dari Polda dan Polres sudah ke sini," katanya.

Ia menambahkan, pengelola gereja menduga peristiwa ini merupakan provokasi dari pihak tertentu. Ia mengimbau para jemaat Gereja Santo Yusuf Pekerja tidak terprovokasi dengan kejadian ini.

Penyerangan Goa Maria Sleman

Kasus penyerangan juga terjadi di Goa Maria Sendang Sriningsih, Dusun Jali, Desa Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman Yogyakarta. Di tempat ini, pelaku yang belum dikenal merusak dua buah patung jalan salib.

Berdasarkan pengakuan seorang jemaat Katolik, Yatno Suwito, ia pulang dari sawah pada Selasa (9/8/2016) pukul 15.00 dan melewati pemberhentian 10 Patung Jalan Salib Sendang Sriningsih.

Saat itu ia mendapati patung rusak pada bagian kepala. Yatno Suwito melaporkan kepada tokoh gereja, Kamto dan Warno. Sekitar 30 menit kemudian, Kamto dan warga mengecek seluruh patung pemberhentian di Kompleks Sendang Sriningsih. Ternyata ada dua patung yang diduga dirusak secara sengaja.

Informasi yang diperoleh KBR, saat ini warga berkumpul menjaga komplek Sendang Sriningsih untuk mengantisipasi kejadian susulan. Kasus ini dalam penanganan Polsek Prambanan.

Berikut kronologi perusakan Gereja Katolik Santo Yusuf Pekerja, Klaten:

Pada pukul 13.30, dua orang tokoh gereja itu, Romo Sukomulyana dan Romo Budiharyana pulang dari Yogyakarta langsung memarkirkan mobil di samping gereja. Mereka masuk ke Pastoran sehingga tidak sempat melihat keadaan gereja.

Pada saat makan siang di dalam Pastoran Romo Sukomulyana dan Romo Budiharyana mendengar suara benturan.

selanjutnya Romo Sukomulyana mengantarkan Romo Budiharyana pulang, setelah itu Romo Sukomulyana mencari sumber suara benturan. Ia mengira suara benturan tersebut adalah suara asbes/atap yang jatuh sehingga tidak sempat mengecek ke dalam Gereja.

Pada pukul 14.45 wib, seorang pegawai Gereja, Marsana bangun tidur dan masuk ke dalam Gereja untuk melakukan rutinitas berdoa, mengambil tempat di sisi sebelah timur Gereja. Saat itu Marsana melihat kondisi patung Yesus Kristus sudah posisi tertelungkup di lantai dan Patung Bunda Maria sudah tidak ada di tempatnya sehingga ia Marsana mengurungkan niat untuk berdoa.

Saksi Marsana melaporkan kejadian tersebut kepada Sukomulyana tetapi tidak bertemu. Marsana akhirnya menghubungi Ketua Bidang Rumah Tangga Gereja, Almiyadi.

Pukul 15.30, Almiyadi tiba di Gereja dan melihat Patung Yesus sudah dalam posisi terguling di lantai serta patung Bunda Maria sudah tidak berada di tempatnya. Setelah dicari, Patung Bunda Maria ditemukan di tengah sungai di sebelah timur gereja.

Almiyadi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jogonalan. Polisi dan anggota Koramil 02/Jogonalan tiba beberapa menit kemudian.

Editor: Agus Luqman

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!