Suasana pesisir kampung nelayan dari udara di wilayah Manokwari, Papua Barat, Rabu (17/8). ANTARA FOTO



KBR, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan usaha di kawasan timur Indonesia; Maluku dan Papua paling melesat dibanding kawasan barat khususnya Pulau Jawa.

Kepala BPS, Suryamin mengatakan, pertumbuhan usaha di sana meningkat 50 persen atau dari 300 ribu usaha menjadi 500 ribu usaha.

"Di Jawa, karena jumlahnya terbanyak, maka lambat meningkatnya. Makin ke Timur, makin tinggi. Ini kalau kali melihat, ada pergerakan atau pergeseran dari yang terkonsentrasi di Jawa mulai bergeser ke luar Jawa dan meningkat cukup drastis," kata Suryamin di kantornya, Jumat (19/08/16).

Suryamin mengatakan, pada 2016, jumlah usaha di Pulau Jawa sebanyak 16,2 juta usaha. Jumlah itu naik 11,9 persen jika dibandingkan sensus ekonomi 2006‎ yang hanya 14,5 juta usaha.

Sementara itu, jumlah usaha di luar Pulau Jawa justru menunjukkan tren kenaikan. Suryamin menyebutkan, di Sumatera jumlah usahanya naik dari 4 juta usaha menjadi 5 juta usaha atau tumbuh 23,3 persen. Di Bali dan Nusa Tenggara, dari 1,2 juta usaha menjadi 1,5 juta usaha atau naik 26,6 persen.

Di Kalimantan, dari 1,1 juta usaha menjadi 1,4 juta usaha atau  naik 25,1 persen, dan di Sulawesi dari 1,6 juta usaha menjadi 2,2 juta usaha atau naik 36,3 persen.

Adapun di Maluku dan Papua, jumlah usahanya dari 300 ribu usaha menjadi 500 ribu usaha atau  naik 51,7 persen.

Suryamin berujar, data itu menunjukkan pertumbuhan terbesar justru terjadi di Maluku dan Papua yang naiknya lebih dari 50 persen dari data satu dekade lalu.

Hari ini, BPS merilis hasil sementara sensus ekonomi 2016 yang menunjukkan jumlah usaha di Indonesia sebanyak 26,7 juta usaha. Nilai itu meningkat dibandingkan hasil sensus ekonomi sepuluh tahun lalu yang hanya terdapat 22,7 juta usaha atau tumbuh 17,6 persen.

Sensus ekonomi adalah pendataan lengkap seluruh aktivitas ekonomi, kecuali sektor pertanian serta mencakup semua skala usaha dan pelaku usaha. Sensus ekonomi 2016 akan digelar di seluruh wilayah Indonesia pada 1 sampai 31 Mei 2016 dengan melibatkan lebih dari 340 ribu petugas lapangan.

Nantinya, data hasil sensus ekonomi dapat dimanfaatkan pemerintah dan pelaku usaha untuk mengetahui peta usaha dari skala mikro sampai terbesar. Diperkirakan, sensus ekonomi 2016 akan mencakup lebih dari 24 juta usaha atau perusahaan.




Editor: Quinawaty
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!