Beking Narkoba, Kapolri: Pelaporan Haris Azhar Wajar

"Wah ini pimpinan saya, menerima uang dari bandar narkoba, bagaimana nanti saya mau nangkap, itu dampaknya bisa negatif,"

Rabu, 03 Agus 2016 17:04 WIB

Koordinator Kontras Haris Azhar



KBR, Jakarta- Kapolri Tito Karnavian  mengklaim telah memerintahkan pemeriksaan internal menyusul pengakuan Freddy Budiman kepada Haris Azhar. Tito berjanji akan menindak apabila terbukti ada pejabat Polri yang terlibat.

Kata Tito, pemeriksaan   terkendala lantaran informasi yang diungkap tidak terlampau akurat.

"Kami sudah perintahkan, kepada jajaran pengawasan, propam, untuk mendalami apakah informasi itu benar, tapi problemnya kan tidak menyebut nama, hanya disebut pejabat mabes polri, itu pun tahun 2014. Jadi tetap kita melakukan, tapi startnya agak sulit karena informasinya tidak begitu akurat," kata Tito di kompleks Istana, Rabu (3/8/2016).

Selain itu, tidak ada informasi tambahan yang diperoleh dari Haris setelah Kepala Divisi Humas Mabes Polri mewawancarainya secara informal.

"Kita pikir ada info-info yang lebih detail, tidak ada hal-hal yang terlalu signifikan yang berbeda dengan yang disampaikan kepada publik melalui media elektronik," lanjut Tito.

Tito mengklaim Kepolisian telah melakukan pengecekan berkas pledoi dan bertemu langsung dengan  pengacara Freddy. Dari hasil pengecekan, informasi yang diungkap Freddy dinilai tidak benar.

"Propam sudah melangkah dengan humas mengecek bertemu dengan pengacaranya sudah hampir 8 tahun mendampingi yang bersangkutan, sama, menyampaikan tidak pernah mendengar informasi itu," ungkap Tito.

Tito meragukan Freddy Budiman sebagai sumber informasi yang bisa dipercaya

"Bahkan biaya untuk pengacara sendiri itu seringkali tersendat pembayaran, bagaimana mungkin akan memberikan sampai ratusan miliar," ujar bekas Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Papua ini.

Tito menilai wajar tiga lembaga yakni Polri, BNN dan TNI melaporkan Haris ke Bareskrim atas tuduhan pencemaran nama baik. Kata dia, selain berpeluang menimbulkan misinformasi kepada publik, hal tersebut juga bisa mengacaukan internal institusi.

"Mendengar informasi bahwa pimpinannya, ada yang pejabatnya dugaan menerima uang segala macam, mereka bisa kendor di bawah, moril mereka bisa turun. Wah ini pimpinan saya, menerima uang dari bandar narkoba, bagaimana nanti saya mau nangkap, itu dampaknya bisa negatif," tutur Tito.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?