Polisi Pastikan Ledakan di Cilacap dari Bom

Ledakan terjadi di Kantor Urusan Agama (KUA) Sidareja, Cilacap pada dini hari tadi

Rabu, 05 Jul 2017 11:41 WIB

Pecahan tabung gas ditemukan hingga area terminal yang berjarak sekira 30 meter dari lokasi ledakan. (Foto: KBR/Muhamad Ridlo)

KBR, Cilacap- Kepolisian Resor Cilacap memastikan ledakan yang terjadi di Kantor KUA Sidareja Kabupaten Cilacap, Rabu (5/7/2017), adalah bom. Wakapolres Cilacap, Hary Ardianto mengatakan pelaku menggunakan tabung elpiji 3 kilogram sebagai piranti peledak. Namun, tim masih memastikan bahan peledak yang digunakan. Saat ini kata dia, kepolisian masih melakukan olah TKP.

"Jadi kita sudah mendatangi lokasi. Dan kita, untuk motif dan lain-lain, kita masih mendalami. Kita datangkan dari Jibom, Brimob. Kita sedang koordinasi dengan Tim Labfor untuk datang ke TKP dan melakukan penyelidikan atau olah TKP lebih dalam. Di TKP Kita temukan ada serpihan dari tabung gas yang 3 kilogram. Tapi belum (dipastikan-red),” kata Hary Ardianto di Sidareja, Cilacap, Rabu (5/7/2017).

Hary menambahkan timn juga menemukan serpihan tabung gas itu di area terminal Sidareja yang berjarak sekira 30 meter dari lokasi.

Sementara ini, kata dia, kerusakan yang terjadi akibat ledakan itu adalah pintu, plafon, atap KUA dan pecahnya kaca di sekitar pusat ledakan yang berada persis di pintu depan KUA, sekitar satu meter. Tak ada korban jiwa dalam aksi teror ini.

Terkait adanya surat ancaman yang ditemukan di sekitar lokasi, dia tidak bersedia berkomentar. Ujarnya, hal itu masih dalam pendalaman. Surat ancaman tersebut tidak diketahui ditujukan kepada siapa. Isi surat itu antara lain bertuliskan Kyai Sanad, soal moral dan agama yang rusak. Pelaku juga menuliskan alamat dari Gua Lor, Kalen Suda RT 12/03 Kec. Gegesik, Cirebon.

Berdasar pantauan KBR, masyarakat setempat masih menyemut di sekitar lokasi ledakan. Polisi memasang garis polisi dan menyiagakan petugas bersenjata laras panjang untuk menutup area tersebut, baik dari sisi utara maupun selatan KUA. Wilayah ini disterilkan dari seluruh aktivitas sejauh 50 meter.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.