Jokowi Berencana Temui Keluarga Korban Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu, Besok

Kata Usman, Jokowi sempat menjelaskan soal rumitnya penuntasan kasus-kasus HAM, secara spesifik kasus Papua.

Rabu, 30 Mei 2018 20:59 WIB

Ilustrasi: Salah satu aksi menuntut penuntasan kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo berencana menemui keluarga korban pelanggaran HAM berat masa lalu, Kamis (31/5/2018) besok. Rencana itu tercetus ketika Jokowi menemui sejumlah ahli hukum dan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) di Istana Merdeka hari ini, Rabu (30/5/2018).

Direktur Eksekutif Amnesty International Usman Hamid mengatakan pada pertemuan tersebut ia mengulas kembali sederet kasus pelanggaran HAM berat masa lalu yang hingga kini masih mandek. Mendengar itu, Jokowi meminta Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki dan ajudannya untuk mengagendakan pertemuan dengan keluarga korban.

"Presiden merasa selama ini sudah berusaha menerima (keluarga korban). Tapi keluarga menurut presiden tidak pernah mau datang. Saya katakan, kalau memang benar presiden bisa bertemu dan serius ingin bertemu para korban aksi Kamisan, ya kita agendakan saja," kata Usman usai bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Rabu (30/5/2018).

"Langsung Presiden menyampaikan kalau begitu besok bagaimana? Besok kebetulan Kamisan," tambahnya.

Pertemuan di Istana Merdeka hari ini, ujar Usman, juga dihadiri oleh Menkopolhukam Wiranto, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, serta Jaksa Agung Prasetyo.

Usman sempat mempertanyakan terkait tidak adanya satupun berkas kasus pelanggaran HAM masa lalu yang sampai ke pengadilan. Selain itu, ia juga meminta pemerintah mengambil sikap terhadap kasus-kasus lain pelanggaran HAM seperti Tragedi 65/66, Tanjung Priok, Talangsari, Trisakti, Semanggi, penculikan aktivis, Papua, dan Aceh.

Baca juga:

Kata Usman, Jokowi sempat menjelaskan soal rumitnya penuntasan kasus-kasus HAM, secara spesifik kasus Papua. Dia juga menginstruksikan kepada Jaksa Agung dan Menkopolhukam untuk mengagendakan pertemuan khusus membahas hal itu.

"Tragedi Wamena Wasior di Papua. Bahkan kunjungan PBB baru-baru ini ke Jakarta melihat persoalan di Papua bukan hanya merosot dalam hal politik, tapi juga ekonomi, sosial, dan budaya."

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang