Filep Karma: Trans Papua untuk Mobilisasi MiIiter

"Dibuat supaya akses militer dan kendaraan berat militer bisa lewat dengan mudah,"

Jumat, 19 Mei 2017 13:52 WIB


KBR, Jakarta- Bekas Tahanan Politik Kemerdekaan Papua, Filep Karma
menuding pembangunan Trans Papua, yang menghubungkan Sorong hingga Merauke, hanya untuk mempermudah mobilisasi militer di Papua. Menurut Filep, pembangunan Trans Papua untuk distribusi logistik seperti yang digembar-gemborkan pemerintah, hanyalah kebohongan belaka.

Buktinya, ujar Filep jika memang pemerintah berniat memperlancar distribusi, jalan-jalan yang dibangun bukanlah di pedalaman, namun jalan kota menuju desa. Seperti dari Jayapura ke pedalaman-pedalaman yang sulit diakses.

"Jadi pembangunan jalan dari pedalaman yang dipercepat. Padahal untuk harga murah seharusnya dari Jayapura ke pedalaman, atau dari Merauke ke pedalaman. Tapi buktinya yang di pedalaman ini dipercepat. Jadi ini ada kepentingan militer sebenarnya," ujarnya kepada KBR, Kamis petang (19/05).



Filep menambahkan warga Papua yang ingin merdeka saat ini terbagi dua kelompok. Yakni sipil dan kombatan. Kombatan inilah, kata Filep yang sulit dikendalikan pemerintah. Itu sebab, tentara butuh akses untuk memobilisasi pasukannya menghadang para kombatan tersebut.

"Perjuangan kan terbagi dua. Kalau sipil damai. Sementara kombatan susah diatasi. Sehingga mereka butuh akses untuk mengepung mereka dengan cepat. Itulah jalan dibuat supaya akses militer dan kendaraan berat militer bisa lewat dengan mudah," ujarnya.

Baca: Jokowi Trabas Trans Papuav

Menurut Filep, yang diinginkan Papua adalah merdeka. Lepas dari Indonesia, bukan membangun jalan Trans Papua.

"Sebenarnya orang Papua minta merdeka. Jadi kalau kami merdeka, kami pun akan membangun itu. Itu hak kami, kedaulatan kami sendiri. Sekarang ibarat orang Papua minta kopi, yang dikasih coca cola, dengan anggapan di dalam coca cola ada kopi, " jelasnya.



Proyek infrastruktur Trans Papua akan menyambungkan Sorong di Papua Barat hingga Merauke di ujung Indonesia sepanjang 4.330,07 kilometer (km). Tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan 143,35 km jalan baru.  Sehingga total yang akan tembus menjadi 3.995,28 km. Ini berarti sisa jalan yang belum tembus sepanjang 334,79 km akan dirampungkan hingga 2019.

Pemerintah menilai terbukanya akses jalan di pedalaman Papua, mulai dari pegunungan, hutan, dan sungai akan menumbuhkan sumber-sumber perekonomian baru bagi masyarakat di sekitarnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Aparat Keamanan Dicurigai Selundupkan Pendulang Emas ke Kawasan Freeport

  • Belasan Bagang Ikan di Perairan Ambalat Dirusak Gelombang
  • Myanmar-Bangladesh Sepakat Repatriasi Pengungsi dalam Dua Bulan
  • Kasus Perkosaan, Eks Pemain AC Milan Robinho Dihukum Penjara

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"