BKSDA Sulteng Sita Sepasang Kera Hitam Sulawesi

"Kami tadi melakukan evakuasi dari masyarakat salah satu pemiliknya, di desa daerah Ngatabaru. Jadi dia ada dua ekor, yang satu betina dan satu jantan"

Rabu, 14 Mar 2018 09:47 WIB

BKSDA sulteng menyita kera hitam sulawesi macaca tonkeana dari warga, Selasa (13/03). (Foto: KBR/ Aldrim T.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Palu- Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menyita 2 ekor kera hitam jenis macaca tonkeana dari rumah warga di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah pada Selasa siang. Kedua   ekor macaca tonkeana itu, kemudian dibawa ke kandang Taman Hutan Raya (Tahura) Kapopo Ngatabaru, Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah.

Kera Hitam Sulawesi atau macaca tonkeana, merupakan satwa yang dilindungi di pulau Sulawesi. Setelah menerima laporan warga terkait 2 satwa tersebut, petugas  BKSDA mendatangi rumah warga   untuk menyita dua satwa khas Sulawesi itu.

Saat menyita petugas mendapati satu ekor dikurung dalam  kandang, sementara satu ekor lainnya dirantai di pohon dekat rumah warga yang memeliharanya. Petugas membawa kedua ekor kera hitam itu ke  ke Taman Hutan Raya  Kapopo Ngatabaru,  bersama 2 ekor kera hitam lainnya yang juga hasil penyitaan dari rumah warga. Pengendali Ekosistem Hutan Muda BKSDA , Bambang Dwi Prasetyo menjelaskan penyitaan dilakukan karena satwa tersebut tidak untuk dipelihara oleh warga.

"Bermula dari laporan masyarakat, ditindak lanjuti oleh BKSDA Sulawesi Tengah. Karena monyet yang di dalam ini merupakan monyet yang dilindungi. Jadi kami tadi melakukan evakuasi dari masyarakat salah satu pemiliknya, di desa daerah Ngatabaru. Jadi dia ada dua ekor, yang satu betina dan satu jantan" Jelas Bambang.

Kera hitam sulawesi itu sudah dipelihara oleh warga setempat selama 5 tahun. Sebelumnya, 2 satwa itu terjerat perangkap di desa Napu Kabupaten Poso dan kemudian dibawa ke Palu untuk dipelihara. 1 ekor yang berada didalam kandang sudah dalam kondisi cacat dengan tiga jarinya putus karena terlilit jerat.

“Evakuasi yang kami lakukan setelah kami siat dari pemiliknya  kami titipkan kandang Tahura tinggal tunggu perintah dari pimpinan untuk tindakan selanjutnya.” Tambah Bambang.

Macaca tonkeana  adalah satwa endemik pulau Sulawesi. Primata yang hidup berkelompok ini merupakan pemakan buah-buahan dan hidup di hutan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi pulau Sulawesi.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.