Pesan Presiden ke Perguruan Tinggi: Inovasi Adalah Kunci, Jangan Terjebak Rutinitas

"Pendidikan harus dilakukan dengan cara baru. Kurikulum dan agenda riset harus segera dibenahi, untuk disesuaikan dengan teknologi baru dan kebutuhan-kebutuhan baru," tambah Jokowi.

Jumat, 02 Feb 2018 14:16 WIB

Presiden Joko Widodo berbincang dengan para guru besar UI dalam acara Dies Natalis Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat (2/2/2018). (Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)

KBR, Depok - Presiden Joko Widodo meminta dunia perguruan tinggi di Indonesa terus memodifikasi kurikulum agar bisa mengikuti perkembangan teknologi. 

Presiden Joko 'Jokowi' Widodo mengatakan kurikulum yang sesuai perkembangan zaman akan menghasilkan lulusan dengan kualitas unggul. Menurutnya, negara sangat memerlukan sumber daya manusia yang unggul tersebut untuk menghadapi persaingan global. 

Pesan penting Jokowi itu disampaikan saat menghadiri acara Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat.

"Inovasi adalah kunci, jangan terjebak rutinitas. Cara-cara baru harus dikembangkan. Keinginan mahasiswa dan dosen untuk berinovasi harus terus ditumbuhkan. Kreasi-kreasi baru harus difasilitasi dan dikembangkan," kata Presiden Jokowi di Depok, Jumat (2/2/2018).

Ini bukan kali pertama Presiden Joko Widodo menekankan agar dunia kampus melakukan perubahan. Pada Oktober lalu, Jokowi meminta kalangan universitas berani membuat jurusan baru untuk mengantisipasi perubahan dunia.


Presiden Joko Widodo bersama Menristek Dikti M Nasir dan Rektor UI Muhammad Anis di Balairung UI Depok, Jawa Barat, Jumat (2/2/2018). (Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)

Baca juga:

Presiden Jokowi menekankan agar dunia kampus mengutamakan cara kerja yang inovatif. Ia mengatakan Indonesia memerlukan dua hal agar bisa bersaing dengan negara lain, yaitu investasi di bidang infrastruktur dan investasi di bidang sumber daya manusia (SDM).

Menurut Presiden Jokowi, dunia kampus memiliki tanggung jawab menghasilkan sumber daya manusia yang terbaik untuk membantu menyelesaikan masalah mendasar di dalam negeri, yakni memenuhi kebutuhan dasar rakyat sekaligus mampu memenangkan persaingan global. 

"Pendidikan harus dilakukan dengan cara baru. Kurikulum dan agenda riset harus segera dibenahi, untuk disesuaikan dengan teknologi baru dan kebutuhan-kebutuhan baru," tambah Jokowi.

Saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi berubah dan berkembang sangat cepat. Dan negara, kata Jokowi, tak boleh mengisolasi diri dari perkembangan tersebut. 

Di samping itu, Presiden menekankan dunia kampus juga harus bersiap menghadapi revolusi industri yang sedang berlangsung tersebut, agar lulusannya tak gagap apabila dihadapkan dengan negara lain. 

Selain itu, kata Jokowi, kampus juga wajib memfasilitasi mahasiswa dan dosennya agar terus berinovasi, dengan menyediakan semacam co-working space atau creative hub, serta pendanaan yang cukup sebagai penunjang.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

Kemenkes Dorong Pekerja Perempuan Berani Ambil Cuti Haid dan Melahirkan

  • Sidang Aman Abdurrahman, Jaksa Cecar Pelaku Penembakan Polisi
  • Tak Ada Fasilitas, Ribuan Pelajar SMP Terpaksa UN Manual
  • Tiongkok Akui Keluarkan Informasi Gempa Besar Fiktif

Diabetes kerap menjadi masalah yang mengkhawatirkan di Indonesia. Penyakit yang satu ini berkaitan erat dengan pola gaya hidup sehat, mulai dari makanan hingga aktivitas fisik.