Pemuda Serang Jemaah Gereja Santa Lidwina Bedog Sleman

Pemuda bernama Suliono tersebut membacok dengan membabi buta menggunakan pedang.

Minggu, 11 Feb 2018 14:12 WIB

Polisi langsung menggelar olah TKP. Foto: Eka Juniari

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Yogyakarta- Seorang pemuda menyerang jemaah Gereja Katolik Santa Lidwina Bedog Sleman yang sedang beribadah pada Minggu pagi. Pemuda bernama Suliono tersebut membacok dengan membabi buta menggunakan pedang.

Lima orang terluka akibat penyerangan ini.  Mereka adalah Romo Karl Edmund Prier SJ , tiga jemaah yaitu Mukarto, AM Budiono dan Yohanes, serta anggota polisi Aiptu Munir.

Ketua Gereja Santa Lidwina, Sukatno mengatakan, pelaku menyerang dari bangku deretan belakang lalu maju ke depan altar.

"Saya bawa Injil, saya turun altar menghormat salib. Dari belakang ada teriakan gemuruh. Saya kira kursi jatuh dan saya tidak menghiraukan karena ini kan suasana dan tempat ibadah. Konsentrasi mendengar sabda Tuhan. Setelah saya tengok di belakang ada banyak  orang lari dan bawa kursi untuk tameng. Saya nengok belakang sudah ada orang bercucuran darah," kata Sukatno di Gereja Santa Lidwina, Yogyakarta, Minggu (11/02/2018).

Sukatno menuturkan aksi pelaku terhenti setelah polisi menembak kedua kakinya.

"Dia maju ke depan terus, siapa saja yang di depannya dibacok. Karena saya situasi tidak siap jadi saya lebih banyak menghindar. Saya keluar gereja untuk menyelamatkan diri. Saya dengar Romo dibacok Romo dibacok, kena kepala dan bahu kiri," lanjutnya.



Beberapa jemaah berkumpul di Gereja Santa Lidwina Bedog, Yogyakarta


Menurutnya, aktivitas ibadah di Gereja Katolik Santa Lidwina Bedog akan dihentikan hingga Kamis pekan ini untuk keperluan olah tempat kejadian perkara.

"Kegiatan ibadah dihentikan sementara hingga Kamis. Umat sudah cerdas, ini ulah orang ngaco." 

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.