Terendam Banjir, Petani Bawang Brebes Rugi Puluhan Miliar

"Kerugiannya antara Rp 55 miliar hingga Rp 60 miliar lah. Belum ada tindakan apa-apa, kita papras saja. Misalnya yang di Kecamatan Wanasari yang 290 hektar gagal panen ya,"

Kamis, 23 Feb 2017 13:21 WIB

Tanaman bawang merah di Brebes, Jateng rusak setelah 3 hari terendam banjir. (Foto: KBR/Juwari)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Brebes– Ratusan petani bawang merang di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mengalami kerugian total hingga puluhan miliar akibat rendaman banjir Brebes yang terjadi antara Kamis pekan lalu hingga Senin kemarin. 

Ketua Asosasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Kabupaten Brebes, Juwari mengatakan dari sekitar 5800 hektar hamparan bawang merah di Brebes, setidaknya ada 650 hektar lahan bawang merah yang terendam. Sementara, biaya sarana produksi pertanian bawang merah mencapai Rp 90 juta per hektar. Angka ini terdiri dari biaya persiapan lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk dan obat-obatan. Jika dikalikan, maka petani bawang merah Brebes rugi hingga Rp 58,5 miliar lebih.
 
Juwari menjelaskan, tiga sentra bawang merah yang terendam tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Brebes, Jatibarang dan Wanasari.
 
Kerugian lainnya, menurut Juwari, akibat rendaman banyak petani yang terpaksa panen dini. Akibatnya, kualitas bawang merah rendah dan belum berbobot optimal.
 
“Kalau kerugian total itu kan, total 650 hektar se-kabupaten. 650 hektar itu dikalikan Rp90 juta per hektarnya itu dikalikan sekian ratus itu kan, berarti kerugiannya antara Rp 55 miliar hingga Rp 60 miliar lah. Belum ada tindakan apa-apa, kita papras saja. Misalnya yang di Kecamatan Wanasari yang 290 hektar gagal panen ya, bagaimana orang kita belum ada bibitnya. Kalau sudah ada bibitnya baru kita tanam lagi,” jelas Juwari, Kamis (23/2/2017).
 
Banjir Brebes, kata Juwari menyebabkan harga bawang merah mengalami kenaikan. Sebelum ini, harga bawang merah di tingkat petani Rp. 24 ribu per kilogram. Namun saat ini sudah berharga Rp. 27 ribu.
 
Tak hanya itu, bibit bawang merah juga mengalami kenaikan. Yang tadinya Rp. 40 ribu naik menjadi Rp. 45 ribu per kilogram. Juwari mengungkap, tiap lahan tiap hektar tanaman bawang merah membutuhkan 1,2 ton bibit bawang merah.
 
Lebih lanjut Juwari mengemukakan,   sudah berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Brebes dan juga ABMI Pusat. Menurut dia, dari pembicaraan awal tersebut, pemerintah kemungkinan besar akan memberi bantuan kepada petani bawang. Namun, ia mengaku tak tahu bentuk bantuan dan teknisnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Brebes, Budiharso dalam kesempatan terpisah mengatakan hingga saat ini belum mendapatkan data pasti luasan lahan bawang merah yang rusak akibat terendam. Kata dia, pihaknya masih melakukan pengumpulan data dari tiga kecamatan yang terdampak. Pengumpulan data dilakukan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan pemerintah desa.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Menristek Minta Dosen Mundur Karen HTI, Pengamat: Itu Ngawur

  • Jokowi : Pengadaan Alutsista Harus Lewat G to G
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Anti Terorisme
  • Terus Lakukan Intimidasi Penggusuran, Warga Dobrak Gerbang PT KA Bandung

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.