Menkominfo: Menghadang Hoax, Bisa Saja Indonesia Meniru Jerman

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan bertemu perwakilan perusahaan media sosial Facebook akhir bulan ini di Indonesia.

Jumat, 13 Jan 2017 09:39 WIB

Menkominfo Rudiantara. (Foto: kominfo.go.id)


KBR, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan bertemu perwakilan perusahaan media sosial Facebook akhir bulan ini di Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pertemuan itu bakal membahas soal merebaknya kabar palsu (hoax) di Facebook.

Rudiantara menuturkan, saat ini pemerintah belum akan meniru langkah yang dilakukan negara Jerman soal pengenaan denda ke perusahaan media sosial, jika perusahaan itu kedapatan turut memfasilitasi penyebaran hoax. Meski begitu, bisa saja langkah Jerman itu ditiru dalam beberapa waktu ke depan.

"Rencananya mereka (Facebook) akhir bulan ini, kalau nggak salah. Pokoknya kita minta kerjasamanya untuk masalah yang berkaitan dengan kotornya media sosial ini dengan hoax. (Akan meniru Jerman?) Oh begini, Jerman itu sedang menyiapkan undang-undang. Nah menyiapkan undang-undang itu kan juga prosesnya lama. Kalau di kita, kita bisa lakukan, boleh saja kita siapkan kesana (meniru Jerman). Cuma kan kalau bikin undang-undang, Undang-Undang ITE itu baru direvisi, nunggu itu lama," kata Rudiantara di Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Pemerintah Jerman baru-baru ini sedang menyiapkan aturan baru untuk menangkal penyebaran berita palsu. Anggota parlemen mengusulkan penerapan denda 500 ribu euro (sekitar Rp7 miliar) terhadap situs termasuk Facebook yang tidak mencabut berita bohong dalam kurun waktu sehari setelah diperingatkan.

Baca juga:

Menteri Rudiantara yang akrab dipanggil Chef RA itu mengatakan upaya untuk menepis kabar palsu (hoax) tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata. Chef RA menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam memerangi kabar hoax.

"Kita ajak masyarakat, melakukan penepisan. Ajak masyarakat komunitas untuk juga melakukan katakanlah membersihkan hoax-hoax ini," ujar Rudiantara.

Rudiantara mengatakan berita palsu kian membanjiri jagat maya menjelang momen pemilihan umum. Ia juga mengapresiasi berdirinya komunitas masyarakat anti-hoax yang telah dideklarasikan di enam kota di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Solo, Wonosobo dan Bandung.

Rudiantara menambahkan bila masyarakat ingin menyaring berita hoax bisa mengunjungi website turnbackhoax.id .

"Sudah pernah buka belum turnbackhoax.id belum? Ini untuk membantu masyarakat yang istilahnya mayoritas masyarakat kan nggak tahu bagaimana mencarinya. Kalau diberikan itu kan jadi tahu mana yang benar mana yang salah," pungkasnya.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi

Jokowi Tanggapi Komentar Prabowo Soal Ambang Batas 20 Persen

  • Dampak Kenaikan Gaji Tak Kena Pajak Mulai Dorong Konsumsi Masyarakat
  • Pemerintah Dinaikkan Harga Pokok Beras
  • Pemkab Bondowoso Bayar Wartawan Minimal Rp200 Ribu per Berita

Fasilitas KITE IKM diharapkan menjadi jawaban untuk mendorong industri kecil dan menengah untuk terus bergeliat meningkatkan ekspor di tanah air.