KM Zahro Express. (Sumber: Redy Tour)


KBR, Jakarta- Kementerian Perhubungan memastikan pembuatan kapal wisata Zahro Express sesuai dengan gambar rancang bangun yang diajukan. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Tonny Budiono mengatakan, penerbitan sertifikat kelayakan berlayar, menjadi bukti kesesuaian antara desain dan pembuatan kapal tersebut.

Dia beralasan, kementeriannya akan memastikan spesifikasi kapal yang dibuat pada 2013 itu sesuai dengan ketentuan yang disetujui, sebelum menyatakan kapal tersebut layak berlayar.

"Kan dia di atas 100 GT, itu kewenangan Perhubungan. Kami kan bukan melihat besar-kecilnya, tapi GT-nya. Kapal kemarin itu 100 GT, jadi pengesahan gambar di Kementerian Perhubungan. Kami di peraturannya. (Berarti ada izin rancang bangunnya?) Ada. Sertifikat kelayakannya ada. (Pembuatannya sesuai izin?) Pasti yang namanya sertifikat kelayakan kan sesuai dengan kenyataan. Dituangkan dalam sertifikat kelayakan. (Berarti pasti sesuai?) Iya, pasti sesuai," kata Tonny kepada KBR, Rabu (04/01/17).

Tonny mengatakan, semua spesifikasi kapal Zahro Express sedah sesuai standar dan ketentuan di Kemenhub. Kata dia, ketentuan itu pun sudah mempertimbangkan segi keamanan penumpang.

Tonny menduga, kebakaran Zahro Express bukan disebabkan spesifikasi kapal, melainkan komponen kapal yang dimungkinkan melebihi usia pakainya. Meski begitu, Tonny berkata, kementeriannya akan menunggu hasil investasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Kemenhub Janji Tak Matikan Kapal Swasta

Kementerian Perhubungan berjanji tak akan mematikan bisnis kapal penyeberangan swasta, pascapenunjukkan PT Pelayaranan Nasional Indonesia (Persero) (Pelni) dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai operator transportasi penyeberangan ke Kepulauan Seribu. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Tonny Budiono mengatakan, peluang pasar penyebrangan dari dan menuju Pulau Seribu sangat besar, sehingga bisa dimanfaatkan banyak operator.

Kata Tonny, kementeriannya juga masih mengkaji penugasan untuk Pelni dan ASDP itu cukup sementara atau seterusnya.

"Ini kan ada kebakaran, tentunya kapasitas untuk laut memang berkurang. Kementerian Perhubungan tengah mengusahakan kapal Pelni dan ASDP untuk mengisi kekosongan itu. Makanya kami meneliti alur masuk ke Kali Adem. (Tidak khawatir mematikan bisnis masyarakat?) Bukan, ini kan sementara. (Menhub bilang selamanya?) Nanti akan dilihat juga. Ini tidak mematikan, market-nya banyak. Kapalnya kan paling satu-satu. Atau kalau Pelni masuk, hanya Pelni saja," kata Tonny kepada KBR, Rabu (04/12/17).

Tonny mengatakan, saat ini kementeriannya masih memberikan waktu bagi Pelni dan ASDP untuk mengkaji alur penyeberangan di Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke. Kata dia, pemerintah menargetkan Pelni dan ASDP dapat beroperasi dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan penugasan operasional penyebrangan di Kepulauan Seribu itu juga untuk memacu kapal swasta memperbaiki kualitas pelayanan dan kenyamanannya. Kata dia, transportasi penyeberangan kapal penyebrangan tersebut masih dikelola swasta memerlukan pesaing agar terus berkembang, selain menjaga transportasi penyebrangan di sana tak tertanggu, pascaterbakarnya kapal wisata Zahro Express.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!