Diminta Ganti Lantaran Nonmuslim, Bupati Bantul Pertahankan Camat Pajangan

"Permintaan saya terima, tapi tidak lantas menonjobkan pak camat. Kerja aja belum dan tidak ada kesalahan. Yang jelas saya tidak akan memecat."

Selasa, 10 Jan 2017 17:21 WIB

Bupati Bantul, Yogyakarta Suharsono. (Foto: Antara)


KBR, Yogyakarta- Bupati Bantul Suharsono menegaskan tidak akan memberhentikan Yulius Suharta dari jabatannya sebagai camat Pajangan, Bantul. Suharsono menyatakan, Yulius dipilih sebagai camat Pajangan didasarkan pada kinerja bukan agama.

Meski demikian, Suharsono tetap menghormati aspirasi sebagian warga yang menginginkan Yulius dinonaktifkan sebagai camat Pajangan.

"Permintaan saya terima, tapi tidak lantas menonjobkan pak camat. Kerja aja belum dan tidak ada kesalahan. Yang jelas saya tidak akan memecat. Kasihan dia. Kita memilih itu kinerjanya bukan orang itu Islam atau Protestan atau Katolik," kata Suharsono saat dijumpai di ruang kerjanya, Selasa (10/1/2017).

Terkait masukan agar Yulius dimutasi ke kecamatan Bambanglipura, Suharsono masih akan mendiskusikan lebih lanjut dengan jajarannya.

"Keluhan saya tampung dulu. Sementara ini pelantikan ditunda dulu. Masukan ditukar ke Bambanglipura agar ikut mengelola gereja Ganjuran terbesar di Bantul. Saya diskusikan dengan teman-teman SKPD dulu. Keputusan (dipindah atau tidak) paling cepat bulan depan," lanjutnya.

Sementara itu camat Pajangan Yulius Suharta menyatakan dirinya telah dilantik 30 Desember 2016 dan telah mengikuti serah terima jabatan pada 6 Januari 2017 lalu. Yulius menyatakan saat ini tetap bekerja.

"Selama legalitas saat ini saya masih posisi ditugaskan di Kecamatan Pajangan. Sebagai aparat petugas pelaksana saya harus siap. Saya dengar ada penolakan. Secara khusus saya menunggu arahan dan keputusan bupati. Sampai nanti keluar surat yang baru ya saya tetap bertugas di sana (Pajangan). Kasihan masyarakat," kata Yulius.

Terkait adanya penolakan sejumlah warga, acara lepas sambut yang sedianya digelar Rabu, 11 Januari 2017 ditunda.  Penundaan lantaran sejumlah warga Pajangan mendatangi DPRD Jumat lalu meminta Bupati mengganti Camat Yulius Suharta. Mereka menilai camat baru tak cocok lantaran nonmuslim.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Didesak Mundur, Mahfud MD Sarankan Arief Hidayat Buka Telinga

  • Antisipasi Lonjakan Penumpang, ASDP Ketapang Siapkan 32 Kapal
  • Mulai Senin Jalur Gunung Mas-Ciloto Dibuka
  • Kabupaten Rejang Lebong Kekurangan Vaksin Jembrana

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.