Semangat 15 Seniman di Balai Budaya yang Terlupakan

Sabtu, 20 Agus 2016 07:10 WIB

Lima belas seniman memperingati hari kemerdekaan ke-71 RI dengan menggelar pameran di Balai Budaya Jakarta (12- 19 Agustus 2016) dengan tajuk “Holopis Kuntul Bariz.” Gedung yang berada di Jalan Gereja Theresia 47, Menteng, Jakarta yang tampak lelah dan tua itu berlawanan dengan semangat, kreativitas dan keindahan yang ditunjukkan lukisan dan karya instalasi di sana.  Pada tulisan tentang pameran yang berjudul “Indonesia 71 Tahun di Balai Budaya Jakarta,” Sri Warso Wahono menulis: “Sungguh nikmat dilakoni ketika kemerdekaan, atau katakanlah raga kemerdekaan bisa ditempatkan sebagai laku basic kreativitas. Ketika kelangsungan berekspresi dilambari oleh taksu. Oleh gereget jiwa. Jadi tak harus berlebihan, misalnya dengan menuntut sumbangsih subsidi, anggaran rutin kegiatan seni, atau fasilitas lain yang, sesungguhnya (mutlak) penting demi menjaga eksistensi dan nilai-nilainya. Balai Budaya Jakarta untunglah, sempat “lahir” menjadi “ibu kandung” para seniman Indonesia.

Balai Budaya Jakarta dalam sejarahnya menjadi rumah bagi karya seniman besar diantaranya: S. Sudjojono, Affandi, Zaini, Nashar, Mohtar Lubir, WS Rendra, hingga Soekarno, presiden pertama RI.

Balai Budaya menurut dokumen yang ditemukan pada 2004 di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, disebutkan kepemilikan gedung ini di bawah Kementerian Pengajaran Pendidikan dan Kebudayaan. Saat ini kondisi gedung memprihatinkan dengan atap yang bocor, dan kerap kebanjiran.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob

  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

pernah melihat atau bahkan mengalami sendiri perlakuan diskriminatif / ujaran kebencian di ruang pendidikan, tempat kerja, lembaga pemerintahan, dan ruang publik lainnya tapi tidak tahu lapor kemana?