Growpal Bisnis Perikanan Pemuda Pacitan

Sistem urunan semacam ini dipilih karena melihat persoalan yang kerap dialami para petani ikan tradisional. Mereka selalu kesulitan mengakses kredit dari perbankan.

Senin, 18 Jun 2018 16:04 WIB

Tambak-tambak yang dikelola Growpal, kata pemuda 24 tahun ini, merupakan bisnis perikanan go online. Berbasis aplikasi, Growpal mencari investor untuk kemudian urunan minimal Rp500 ribu per orang. Uang yang terkumpul itu, nantinya bakal membiayai proposal usaha yang diajukan petani ikan. Istilah bisnis itu disebut crowd investing.

“Di sini, biasanya kami peruntukkan untuk petani ikan yang mengajukan proposal agar bisa didanai. Namun kami perlu pastikan apakah supply chain sudah terbentuk, performa 1-3 tahun seperti apa, baru ditentukan siap atau tidak online di Growpal,” ujar Paundra menjelaskan.

“Nah untuk crowd investing, biasanya para petani ikan sudah punya aset berupa tanah, seperti kincir, terpal,” sambungnya.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Pemilihan umum 2019 memang masih satu tahun lagi. Namun hingar bingar mengenai pesta akbar demokrasi m ilik rakyat Indonesia ini sudah mulai terasa saat ini.