LIVE STREAMING

Seminar dan Forum Editor: Peningkatan Cukai Tembakau Menggenjot Pendapatan Negara

Jumat, 30/01/2015 11:11 WIB

Indonesia menduduki peringkat ketiga untuk jumlah perokok di dunia, yakni sekitar 65 juta orang. Indonesia juga memiliki perokok yang besar angkanya pada usia muda,  pada kisaran 15 hingga 19 tahun. Rokok, dianggap murah, bila merujuk pada data yang menyatakan 70 persen dari jumlah perokok itu adalah masyarakat kalangan menengah ke bawah. Data Peneliti LD-FE UI, Abdillah Ahsan, menunjukkkan pengeluaran untuk rokok keluarga miskin tahun 2009 menempati urutan kedua setelah beras!

Mengubah perilaku telanjur merokok lebih pelik ketimbang membentuk perilaku tidak merokok sejak awal. Berdasarkan penelitian RJ Reynolds, perokok remaja adalah satu-satunya sumber perokok pengganti. Jika para remaja tidak merokok, industri rokok akan bangkrut sebagaimana sebuah mayarakat yang tidak melahirkan generasi penerus akan punah.

Pemerintah sebagai pengatur regulasi memiliki peran andil dalam hal pengendalian rokok.  Cukai merupakan salah satu andalan negara dalam upaya mengisi kas negara. Berdasarkan data tahun anggaran 2010 realisasi penerimaan cukai sebesar Rp 59.265,95 miliar, bandingkan dengan tahun anggaran 2011 realisasi penerimaan cukai sebesar Rp 77.009,46 miliar. Penerimaan ini sebagian  besar diperoleh dari hasil penjualan rokok yang dikonsumsi masyarakat, sehingga dari konsumsi masyarakat tersebut, negara memperoleh uang berupa cukai atas rokok. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!