[Advertorial] Pemanfaatan Teknologi di Era Ekonomi Digital bagi Pelaku UMKM

penyumbang ekonomi terbesar saat ini berasal dari sektor kuliner sebesar 34%, kemudian fashion dan kriya.

Senin, 16 Okt 2017 11:40 WIB

UMKM Indonesia pada tahun 2016 berkontribusi sebesar 59 juta usaha atau 61% terhadap perekonomian Indonesia. Pada tahun 2020 ditargetkan menjadi digital ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Menurut Ariful Yakin Hidayat, Wakil Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) produk-produk kreatif harus menjadi penopang perekomonian Indonesia. Dalam Diskusi tentang Kewirausahaan, Pasar Budaya dan Kebijakan Produk Lokal, dalam Festival Panen Raya Nusantara 2017 Ariful mengungkapkan, penyumbang ekonomi terbesar saat ini berasal dari sektor kuliner sebesar 34%, kemudian fashion dan kriya. Untuk daerah ekspor sebagian besar berpusat di pulau Jawa, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur dan Banten. Sementara untuk Indonesia bagian timur masih belum termaksimalkan potensinya, dengan kata lain “sleeping giant”.

“Kekayaan alam Indonesia berlimpah, namun secara marketing masih lemah dalam hal bahasa dan pemanfaatan teknologi. Seperti halnya Filipina yang menjadi target pasar dari Indonesia. Sekolah-sekolah di Filipina mengajarkan bahasa Indonesia. Sehingga pada saat mereka ke luar negeri, dapat lebih mudah menyesuaikan diri,” jelas Ariful Yakin Hidayat.

Hal ini dialami Koperasi Nira Satria, produsen gula kelapa atau gula semut dari Banyumas. Kurangnya jaminan keselamatan untuk petani penderes, harga yang lemah dan maraknya tengkulak menjadi kendala yang besar bagi pengembangan usaha mereka. Padahal gula semut mereka sudah memiliki sertifikat organik sejak 2009 dan sertifikat fair trade untuk ekspor ke luar negeri, di antaranya Korea Selatan dan Jerman.

Co Founder Krafie.com Iim Rusyamsi mengatakan tentang pentingnya pemahaman era digital untuk pelaku UMKM. Google Analitycs adalah salah satu tools yang dapat memberikan informasi tentang trend saat ini. "Perlu dilakukan edukasi untuk para pelaku UMKM agar tools ini dapat bermanfaat untuk mengembangkan produknya masing-masing." 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Bamus Tunda Penggantian Setnov

  • Hoaks 8 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Resahkan Warga Bengkulu
  • Salah Sasaran, Puluhan Ribu Penerima PKH Dihapus
  • Koresponden Asia Calling di Pakistan Terima AGAHI Award

PLN menggenjot pemerataan pasokan listrik dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian timur