Buku Menulis untuk Telinga, Mervin Block, penerbit KBR68H dan MDLF, penyunting Bambang Bujono, jurnalisme penyiaran

Buku "Menulis untuk Telinga: " ini, sebagaimana kata penyuntingnya -- Bambang Bujono, bukan sekadar terjemahan atau saduran, melainkan keduanya. 


Buku yang aslinya berjudul Writing Broadcast News -- Shorter, Sharper, Stronger karya Mervin Block ini dicetak dalam Bahasa Indonesia pada 2005 dan diterbitkan di Jakarta atas kerjasama KBR68H bekerjasama dengan Media Development Loan Fund (MDLF), yang kini berubah nama menjadi Media Development Investment Fund (MDIF) untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri yang minim referensi tentang jurnalisme penyiaran.


Semoga pemuatan versi online (yang dimuat secara berseri) buku "Menulis untuk Telinga" ini berguna bagi Anda yang ingin belajar tentang jurnalisme penyiaran, terutama radio.



salam,

PortalKBR.com




Pendahuluan


Belajarlah dari Kesalahan


Sebagai jurnalis, Anda tentu setuju bahwa menulis itu pekerjaan. Tetapi mungkin Anda tidak menyadari, pekerjaan tersebut bukan hanya dilakukan ketika sedang menulis. Pekerjaan ini dijalani dari sebelum dan sampai setelah Anda menulis. Sebelum, itulah ketika Anda baru menangkap atau mencetuskan gagasan dan hasil yang diinginkan. Setelah, ketika Anda menandai kekurangan dan kesalahan dalam naskah Anda tersebut, dan memikirkan cara memperbaikinya agar naskah itu lebih berbicara, mudah dipahami, mengesankan, karena itu patut dihargai.


Buku ini berangkat dari setelah Anda menulis: mencatat dan merumuskan berbagai kesalahan dan yang pantas dianjurkan yang ditemukan dalam tulisan. Kemudian segala yang dicatat dan dirumuskan itu disusun sebagai pedoman menulis berita untuk radio ini. Beberapa rumusan mungkin sudah Anda ketahui. Beberapa yang lain bisa saja tidak Anda sadari bahwa Anda tidak mengetahuinya. Dan beberapa lagi mungkin tidak Anda pedulikan.


Buku pedoman atau pegangan atau apa pun namanya ini, adalah panduan bagi penulis berita radio untuk membuat tulisan mereka --sebagaimana disebutkan pada subjudul buku ini -- lebih ringkas, lebih tajam, lebih kuat.


Panduan ini hasil dari 20 tahun kerja di meja redaksi dan diperhalus di kelas-kelas perguruan tinggi. Karena itu bisa dikatakan panduan ini benar-benar bermanfaat, sama seperti yang dikatakan oleh iklan-iklan peranti rumah tangga itu: sederhana, dapat diandalkan, dan sudah teruji. Jadi, tak peduli seberapa berpengalamannya pun Anda, Anda akan menulis lebih baik kalau mengikuti panduan ini. Buku ini disusun setelah penulisnya memperoleh kebijakan mengenai penulisan berita dari prosa lama, dan menemukan beberapa pengetahuan dari pengalaman menulisnya hari demi hari.


Menulis untuk radio di sini mencakup dari menulis berita sangat pendek sampai menulis laporan utama yang panjang, dari naskah yang dibacakan oleh pembawa acara sampai laporan reporter sebagai bahan.


Di samping belajar tentang yang harus dilakukan, seorang penulis juga belajar tentang yang harus tidak dilakukan. Yang harus dilakukan tentulah mengacu pada hal-hal yang dianggap baik; sedangkan yang harus tidak dilakukan ditemukan dari kesalahan-kesalahan.


Berdasarkan pengalaman, rupanya lebih bermanfaat dan efisien belajar dari kesalahan, karena seringkali kesalahan merupakan guru terbaik. Semakin cepat Anda membuat banyak kesalahan pertama, semakin cepat Anda dapat mengoreksinya, dan semakin lekas Anda belajar menulis berita untuk radio yang lebih ringkas, lebih tajam, dan lebih kuat. Sebagaimana musisi yang sukses menampilkan pesonanya karena mengetahui not not yang tidak akan dimainkannya, penulis untuk radio akan menghasilkan tulisan yang informatif dan membuat pendengar

betah mendengarkannya karena penulis itu tahu apa saja yang harus dihindarinya.



Selanjutnya Sembilan Belas Kesalahan Besar

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!