Sambut Lebaran, EMCO Bagi Tips Mengecat Rumah

Di Indonesia belum ada standar baku cat yang bagus.

Minggu, 29 Mei 2016 11:45 WIB

Managing Director PT. Mataram Paint, Freddy Pangkey

KBR, Jakarta-Tidak lama lagi umat Islam di seluruh dunia akan kembali merayakan hari raya Idul Fitri. Berbagai persiapan biasanya sudah mulai dilakukan sejak menjelang bulan puasa. Mulai dari berbelanja hingga memperindah rumah dengan mengecat ulang dinding rumah. Sayangnya keinginan mempercantik rumah seringkali terbentur masalah bujet.  

Dalam Ruang Publik Jum'at (27/05/2o16), Managing Director PT. Mataram Paint, Freddy Pangkey mengatakan, sebetulnya bujet untuk mengecat ulang rumah bisa ditekan. Dia pun lantas berbagi tips dan trik mengecat rumah dengan efektif. Salah satu caranya, kata dia, dengan mengecat sendiri. "Kan, tidak perlu panggil tukang cat. Biaya bisa ditekan dan kita bisa belajar mengecat yang baik," ujar Freddy.

Jika ingin belajar cara mengecat yang baik pun ada caranya. Untuk tembok, pagar besi dan sebagainya, lanjutnya, perlu dikerok terlebih dahulu. Namun jangan lupa untuk menunggu cuaca cerah karena saat ini musim hujan. "Lebih baik mengecat interior dulu. Pastikan air flow (sirkulasi udara) harus baik semua supaya cepat menguap dan bau cat cepat hilang," kata dia.

Salah satu yang jadi pertimbangan adalah soal harga. Biaya yang dikeluarkan pun tak sedikit. Untuk menyiasatinya, menurut Freddy, pakailah cat kualitas rata-rata untuk bagian dalam rumah, sementara untuk tembok luar rumah dan pagar besi maka disarankan untuk menggunakan cat kualitas baik. Ini agar warna cat lebih tahan lama.

Untuk membedakan cat yang baik dan tidak, hanya ada pilihan harga saja: murah, setengah mahal, dan mahal. Sayangnya, kata dia, di Indonesia belum ada standar baku cat yang baik. Oleh karena itu, cat EMCO dari PT. Mataram Paint menerapkan standar dari Singapura. Freddy berharap SNI bisa berlaku pada produk cat

"Di Singapura, semua cat harus ramah lingkungan. Jadi produsen harus mengikuti, pasar jadi lebih sempit harganya. Di sini tidak, ada cat yang murah sekali, tidak peduli kualitas tapi dibeli orang,” pungkasnya.


Editor: Malika 


Ruang Publik bisa disimak setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 9 WIB melalui zeemi.tv dan radio-radio jaringan KBR di kota Anda atau streaming di www.kbr.id

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau