Program KITA SAMA dari Interface.BPN dan Optima Media

Interface.BPN & Optima Media di bawah naungan manajemen NAVAPLUS Group, meluncurkan program KITA SAMA yaitu lomba foto bercerita dan lomba menggambar berwarna yang khusus untuk penyandang autisma dan

Rabu, 01 Mar 2017 09:49 WIB

AUDIO

Tepat pada 28 Februari 2017, Interface.BPN & Optima Media di bawah naungan manajemen NAVAPLUS Group, meluncurkan program KITA SAMA yaitu lomba foto bercerita dan lomba menggambar berwarna yang khusus untuk penyandang autisma dan para kerabatnya. Lomba terbuka dan akan berlangsung selama lebih dari sebulan. Pemenang rencananya akan diumumkan pada awal Mei 2017.


David Wibowo selaku Presiden Direktur dari NAVAPLUS Group menjelaskan, Interface.BPN & Optima Media sebagai agensi komunikasi dalam bidang media dan Community Marketing memiliki tujuan sama untuk memberi manfaat kepada sesama melalui kegiatan-kegiatan komunikasi. Program KITA SAMA ditujukan untuk menyebarkan pesan kepada masyarakat luas bahwa anak berkebutuhan khusus (ABK) memiliki kesempatan yang sama dengan anak normal. Mereka dapat berprestasi dan menginspirasi anak-anak Indonesia lainnya untuk mengejar cita-cita mereka dan sukses di masa depan. Pemahaman inilah yang harus dibangkitkan bagi para penyandang autisma dan para orang tua bahwa penyandang autisma bisa berprestasi, berkarya dan meraih sukses. Bahkan para penyandang autisma ini bisa memberi inspirasi bagi yang dilahirkan normal.

Rani Karina Basri selaku Community Marketing Director dari Interface.BPN menambahkan, “KITA SAMA merupakan kegiatan untuk dapat membentuk dan merubah persepsi, baik penyandang, orang tua, dan masyarakat bahwa anak autisma itu juga sejajar dengan anak-anak yang normal. Melalui kegiatan pengembangan bakat dan keterampilan diharapkan mampu menumbuhkan rasa optimisme dan kepercayaan diri bagi para penyandang autisma untuk menatap dunia. Menjalani kehidupan dengan normal tanpa perlu merasa rendah diri. Kami mendapatkan banyak dukungan dari Yayasan Autisma Indonesia, Tiga Generasi, Peduli Autisme, PT Indolakto (Indomilk), PT Hutchison Three, Artsphere, MNC Channel, IRIS Indonesia, Pathfinder serta pihak-pihak lain. Karena program ini bersifat lomba, tentunya kami membutuhkan dukungan para ahli khususnya di bidang seni fotografi dan lukisan. Untuk itu, ada Maya Sujatmiko yang dikenal sebagai kurator dan konsultan seni dan Willy Yoh yang berprofesi sebagai dosen di UI dan juga pecinta fotografi yang pernah beberapa kali memenangkan kompetisi di salam maupun luar negeri, menawarkan diri untuk menjadi juri dalam menentukan para pemenang dari masing-masing lomba”.

Untuk menjelaskan kenapa pihak-pihak ini mengadakan lomba untuk anak-anak berkebutuhan khusus yang lebih ke arah seni, Saskhya Aulia Prima, M. Psi., seorang psikolog dari Tiga Generasi yang fokus menangani anak & permasalahannya memaparkan, “Art atau seni itu merupakan salah satu penyaluran bagi anak penyandang autisma dalam menyalurkan ekspresi pikiran dan perasaan  mereka, membantu mereka mengurangi stress dan ketegangan sehari-hari, membantu memberikan paparan lingkungan sosial, membantuk meningkatnya daya pengelolaan sensitivitas indera-indera mereka. Dengan kegiatan seni seperti menggambar ini pun orangtua dapat mengetahui bakat, minat dan potensi anak-anak mereka di masa datang nanti. Menurut penelitian DR. Laurent Mottron (2011) yang sudah bertahun-tahun meneliti autisma, beliau menyatakan bahwa otak anak penyandang autisma itu sangat baik dalam kemampuan mengingat dan mennganalisis pola suatu hal. Mereka sangat fokus pada saat bekerja tanpa harus dipaksa, memiliki daya kreatifitas yang tinggi, minat mereka yang spesifik dapat berkontribusi besar pada produktivitas saat bekerja nanti”.

Persyaratan kedua lomba ini sangat mudah untuk diikuti oleh siapa saja. Lomba mengambar berwarna ditujukan bagi semua anak-anak penyandang autisma yang berada di seluruh Indonesia yang berumur di bawah 15 tahun. Media yang digunakan untuk Lomba Menggambar Berwarna ini adalah kertas gambar atau kanvas dengan crayon wax/lilin atau crayon oil pastel. Ukuran kanvas yang wajib adalah minimum ukuran 25 x 30 cm. Kemudian untuk ukuran kertas gambar yaitu minimum ukuran A3 (200gr).

Selanjutnya untuk Kompetisi Foto Bercerita, semua warga Indonesia yang memiliki kerabat berkebutuhan khusus dapat menjadi peserta kompetisi ini dan mengirimkan karya foto bercerita mereka dalam bentuk rangkaian foto dengan minimal 3-6 foto dan disertakan cerita (caption) minimum 200 kata. Semua peserta kedua lomba ini harus mengirimkan karya gambar dan foto mereka ke programkitasama@gmail.com dan melalui instagram dengan menyertakan tagar #FOTOKITASAMA dan/atau #GAMBARKITASAMA dengan mention @programkitasama.

Juri ini akan menilai semua karya foto dan gambar yang telah memenuhi syarat dan memiliki nilai lebih dalam memberikan sisi kreativitas, latar belakang juga kisah di balik karya mereka. Hadiah-hadiah menarik telah dipersiapkan oleh penyelenggara bagi para pemenang dari kedua lomba ini, antara lain uang tunai, paket dari Indomilk, paket dari Three dan merchandise lainnya dari para mitra.

Kami mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama mendukung program “KITA SAMA” dan memberikan perhatian khusus dan ruang kembang bagi para penyandang autisma untuk menatap dunia melalui karya kreatif,” tutup David Wibowo. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!