[Advertorial] Komitmen 60 Tahun Astra Berbagi Inspirasi Membangun Bangsa

Melalui strategi pertumbuhan jangka panjang Triple Roadmap Strategy, yaitu Portfolio Roadmap, People Roadmap dan Public Contribution Roadmap, Astra terus membangun tahapan-tahapan pertumbuhan bisnis

Selasa, 07 Mar 2017 13:39 WIB

Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (keenam dari kanan) bersama seluruh direksi Astra

PT Astra International Tbk (Astra) terus berupaya berkontribusi positif terhadap kemajuan bangsa di berbagai bidang, seiring dengan cita-cita perusahaan untuk sejahtera bersama bangsa. Selama 60 tahun kehadirannya di tengah-tengah masyarakat Indonesia, Astra telah menjadi bagian dari dinamika kehidupan sosial ekonomi masyarakat Indonesia.

Komitmen tersebut ditegaskan kembali dalam peringatan HUT ke-60 Astra dengan tema “Berbagi Inspirasi Membangun Bangsa.” Selama 6 dekade, Astra tumbuh dan berkembang bersama bangsa sebagai wujud nyata dari filosofi Astra untuk terus memberikan manfaat bagi banyak orang. Nilai ini yang membuat usaha Astra berkelanjutan, bahkan berkembang cukup signifikan hingga sekarang.

Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto mengatakan: Cita-cita Astra, sejahtera bersama bangsa, adalah faktor penentu Astra mampu bertahan hingga saat ini. “Selama 60 tahun perjalanannya, Astra telah melewati berbagai situasi dan kondisi ekonomi serta sosial, juga mengalami beberapa perubahan kepemimpinan. Meski demikian, Astra memiliki nilai-nilai luhur dari Catur Dharma yang tidak pernah hilang dan selalu dipertahankan. Kami akan terus berinovasi dengan berlandaskan nilai-nilai yang kami harapkan dapat terus berkembang sesuai perkembangan jaman,” tutur Prijono.

Melalui strategi pertumbuhan jangka panjang Triple Roadmap Strategy, yaitu Portfolio Roadmap, People Roadmap dan Public Contribution Roadmap, Astra terus membangun tahapan-tahapan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan menuju Goal 2020 sebagai Pride of the Nation.

Portfolio Roadmap
Seiring dengan berkembangnya ekonomi Indonesia, Astra selalu berupaya untuk senantiasa memberikan yang terbaik di setiap bidang usaha. Saat ini Astra memiliki 208 perusahaan dan melayani lebih dari 10 juta konsumen atau pelanggan Grup Astra setiap tahunnya. Komitmen untuk terus menghasilkan produk berkualitas membuat Astra terus berkembang dengan memasuki Divisi Properti di tahun 2016, sehingga saat ini perusahaan memiliki 7 lini bisnis, yaitu Otomotif; Jasa Keuangan; Alat Berat dan Pertambangan; Agribisnis; Teknologi Informasi; Infrastruktur, Logistik dan Lainnya; dan Properti.

People Roadmap
Astra yang awalnya hanya memiliki empat karyawan telah berkembang menjadi perusahaan besar dengan 214.835 karyawan yang tersebar di 208 perusahaan di seluruh Indonesia. Menyadari pentingnya sumber daya manusia sebagai aset utama perusahaan, Astra secara konsisten mengembangkan karyawannya dengan menyediakan pelatihan komprehensif mulai dari level dasar sampai kepada level senior eksekutif. Pelatihan yang terangkum dalam Leadership Development Program (LDP) dikembangkan berdasarkan kebutuhan organisasi, nilai-nilai Catur Dharma, dan 8 Leadership Competence Astra (LCA) dan mencakup 6 tahapan, yakni Astra Attachment Program (AAP); Astra Basic Management Program (ABMP); Astra First Line Management Program (AFMP); Astra Middle Management Program (AMMP); Astra Senior-Manager Management Program (AsrMP) dan Astra General Management Program (AGMP).

Selain itu, Astra menyadari, pencapaian kinerja perusahaan yang baik tidak lepas dari inovasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, sejak tahun 1982, Astra telah mengembangkan InnovAstra, sebagai budaya inovasi dan improvement oleh Insan Astra. Selama 35 tahun, total telah dihasilkan 7.390.385 proyek inovasi.

Public Contribution Roadmap
Kontribusi dan tanggung jawab sosial Astra kepada masyarakat, lingkungan dan karyawan guna menciptakan keseimbangan antara kepentingan bisnis, sosial dan lingkungan telah dilakukan sejak perusahaan berdiri. Saat ini, kontribusi publik dilakukan secara berkesinambungan oleh 208 perusahaan Grup Astra serta melalui 9 yayasan Astra:

  1. Yayasan Toyota Astra (berdiri tahun 1974, bergerak di bidang pendidikan).
  2. Yayasan Dharma Bhakti Astra (berdiri tahun 1980, bergerak di bidang pengembangan UMKM).
  3. Yayasan Astra Bina Ilmu (berdiri tahun 1995, berkembang menjadi Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra) untuk meningkatkan kualitas SDM, terutama di bidang industri sepeda motor).
  4. Yayasan Astra Honda Motor (berdiri tahun 1995, untuk mendukung masyarakat di bidang pendidikan dan Income Generating Activities (IGA).
  5. Yayasan Amaliah Astra (berdiri tahun 2001, bergerak di bidang sosial keagamaan).
  6. Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (berdiri tahun 2009, bergerak di bidang pendidikan, khususnya di daerah prasejahtera).
  7. Yayasan Karya Bakti United Tractors (berdiri tahun 2008, untuk mempersiapkan SDM khususnya di bidang alat berat).
  8. Yayasan Astra Agro Lestari (berdiri tahun 2010, fokus pada kegiatan sosial di bidang pendidikan).
  9. Yayasan Insan Mulia Pama (berdiri tahun 2014, bergerak di bidang sosial keagamaan).


Tanggung jawab sosial perusahaan Grup Astra di seluruh Indonesia dititikberatkan pada 4 pilar, yakni Astra Untuk Indonesia Sehat (Kesehatan), Astra Untuk Indonesia Cerdas (Pendidikan), Astra Untuk Indonesia Hijau (Lingkungan) dan Astra Untuk Indonesia Kreatif (UMKM).


60 Tahun Astra Bersama Rekan Media

Seluruh direksi PT Astra International Tbk berpose bersama seluruh rekan-rekan media yang hadir pada acara Media Gathering HUT ke-60 Astra (24/2).

Sekitar 154 wartawan dari 110 media massa yang terdiri dari media cetak, radio, televisi dan online hadir dalam acara tersebut serta berbaur dengan manajemen Astra.  


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi