Pangkostrad Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI 2016-2020

Dia mengalahkan 5 kandidat calon ketua umum lainnya

Kamis, 10 Nov 2016 17:40 WIB

Pangkostrad Edi Rahmayadi yang terpilih menjadi ketua umum PSSI. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kongres Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia PSSI akhirnya memilih Edi Rahmayadi sebagai ketua umum PSSI, periode 2016-2020. Edi mengalahkan 5 kandidat lainnya. Pasalnya 2 kandidat lainnya, Erwin Aksa dan Toni Apriliani, menyatakan mundur dari bursa pencalonan. Sementara Djohar Arifin didiskualifikasi panitia.

Dalam pemilihan yang dilakukan melalui pemungutan suara ini, Edy   memperoleh 76 suara. Saingan terdekatnya yang juga berasal dari kalangan militer, Bekas Panglima TNI Moeldoko, memperoleh 23 suara. Sementara Edi Rumpoko memperoleh 1 suara. Total suara yang masuk mencapai 107 suara dengan 7 suara dinyatakan tidak sah.

Edi Rahmadi saat ini masih menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Dia merupakan anggota militer angkatan 1985. Sejumlah jabatan yang pernah diembannya antara lain Komandan Kodim 0316/Batam, Kodam I/Bukit Barisan (2002), Kepala Staf Korem 031/Wirabraja, Kodam I/Bukit Barisan (2004), Komandan Resimen Taruna Akademi Militer (2010), dan Panglima Kodam I/Bukit Barisan (2015).

Joko Driyono Waketum PSSI

Sementara itu, Joko Driyono memperoleh suara terbanyak untuk duduk sebagai wakil ketua umum PSSI 1 periode 2016-2020. Dari 107 suara sah, dia memperoleh 78 suara. Dia berhasil menyisihkan 15 calon lainnya. Diantaranya Iwan Budianto yang memperolah 73 suara menjadi Waketum 2, Erwin Aksa 31 suara, Hinca Panjaitan 22 suara, Andi Rukman, Erwin Budiawan dan Hadiyandra masing-masing 1 suara. Dari total yang masuk, 2 suara dinyatakan tidak sah.

Joko Driyono sudah aral melintang di dunia persepakbolaan tanah air. Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Sekjen PSSI pada 2013.  Dia juga pernah menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia yang mengelola dan menjalankan kompetisi sepak bola Indonesia.  

Editor: 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.