Kongres PSSI, Lokasi Berubah Waktu Pelaksanaan Terancam Mundur

"Itu konsekuensinya 8 minggu. Statuta ini kan ga boleh dilanggar."

Rabu, 12 Okt 2016 18:37 WIB

Ilustrasi (sumber: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan   tidak menutup kemungkinan pelaksanaan kongres  akan mundur dari waktu yang ditentukan. Sebelumnya, kongres diputuskan akan diselenggarakan di Makasar 17 Oktober mendatang. Namun hari ini, PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga sepakat memindahkan tempat pelaksanaan ke Jakarta.

Sekjen PSSI Azwan Karim  mengatakan ketentuan di statuta mewajibkan tempat pelaksanaan diberitahukan 8 minggu sebelum tanggal kongres.

"Kalau kita sekarang disuruh pindah, konsekuensinya adalah 8 minggu lagi. Misalnya nih besok diputuskan di Jakarta, atau exco (executive committee)    memutuskan jangan deh jangan di Jakarta, misalnya di Bandung atau dimanalah. Itu konsekuensinya 8 minggu. Statuta ini kan ga boleh dilanggar. Kalau kita mau cari a way round it (alternatif), kita harus tanya ke AFC boleh nggak nih dilanggar 28 ayat 2?" Ujar Azwan usai bertemu Menpora, Rabu (12/10).

Terkait keputusan itu, Azwan mengaku akan segera berkomunikasi dengan exco, FIFA, dan AFC. Apalagi menurutnya, waktunya sudah sangat mepet. PSSI akan berkonsultasi dengan AFC tentang kemungkinan ketentuan 8 minggu itu diabaikan.

"Kalau nanti FIFA setuju, ya ga masalah. Tetap tanggal segitu. Tapi kalau FIFA bilang tunggu 8 minggu, ya gimana lagi."

PSSI menunggu hasil keputusan FIFA. Azman menyampaikan PSSI terancam mendapatkan sanksi jika melanggar ketentuan yang sudah diatur dalam statuta.

Sebelumnya, Kemenpora dan PSSI berselisih pendapat soal tempat pelaksanaan kongres. Kemenpora melihat akan lebih baik jika kongres dilakukan di Yogyakarta. Sementara di sisi lain, PSSI menetapkan kongres di Makasar. Meski berbeda pendapat, Azman mengatakan permasalah komunikasi itu sudah teratasi.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Menteri LHK Ingin Setop Permanen Pemberian Izin Hutan Primer dan Lahan Gambut

  • Stok Langka, Pembelian Garam di Solo Mulai Dibatasi
  • Cina Bersiap Hadapi Konflik dengan Korea Utara
  • Tunggak Gaji Pemain, Sejumlah Klub di Cina Masuk Daftar Hitam

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.