Dampak Asap, Laga Semifinal Piala Presiden 2015 Dipindahkan ke Solo

Cahyadi mengaku, pemindahan ini merupakan keputusan bersama, usai mempertimbangkan dan menunggu lokasi pertandingan yang akan digunakan pada semifinal.

Sabtu, 10 Okt 2015 18:38 WIB

Ilustrasi bola

KBR, Solo - Pertandingan semifinal leg pertama Piala Presiden 2015 antara Sriwijaya FC Palembang melawan Arema Malang, terpaksa digelar di Stadion Manahan Solo, Minggu (11/10) besok. Juru Bicara penyelenggara Mahaka, Cahyadi mengatakan, lokasi pertandingan dipindah lantaran markas Sriwijaya FC di Palembang, Sumatera Selatan, terkena dampak asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Hasil rekomendasi BMKG menyatakan tidak memungkinkan, sayang Sriwijaya FC tidak bisa laga kandang di Palembang..uniknya laga home and away kan ketika bertanding di kandang sendiri, tetapi alam juga yang menentukan..sebelum drawing semifinal dilakukan. Kami melakukan manajer meeting secara tertutup, kami memberi waktu satu minggu, kesepakatan waktu itu, kalau Sriwijaya FC mendapat kesempatan laga home 1 kita pindahkan ke home 2, dengan harapan asap menipis dengan batas waktu satu minggu..kami sudah mengantisipasi sejauh itu," jelasnya saat jumpa pers di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (10/10).

Cahyadi mengaku, pemindahan ini merupakan keputusan bersama, usai mempertimbangkan dan menunggu lokasi pertandingan yang akan digunakan pada semifinal.

Sementara itu di laga semifinal yang lain, Mitra Kukar akan bertanding lawan Persib Bandung. Keempat tim ini akan memperebutkan tiket menuju final. Penyelenggara menyiapkan hadiah sebesar Rp6,5 miliar, untuk juara I hingga juara IV. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

IPB Awasi Dosen yang Pernah Bergabung HTI

  • Novel Baswedan Janji Ungkap Keganjilan Kasusnya Hanya pada Tim Gabungan
  • DPRD DKI Tunda Bahas Dua Raperda Terkait Reklamasi
  • Sidang Penodaan Agama, Dokter Otto Divonis 2 Tahun Penjara

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.