Bandung, Rian Syahariani, menunjukkan contoh benda pos seri PON XIX yang diterbitkan perdana pada hari ini, Kamis (8/9). (Foto: Arie Nugraha/KBR)

KBR, Bandung- Sebanyak 10.000 benda pos seri Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat, diluncurkan oleh unit filateli Kantor Pos Besar Bandung pada hari ini. Benda pos itu meliputi paket souvenir sebanyak 3000 lembar yang terdiri dari perangko, kartu pos dan amplop berdesain medali, 5000 paket mini perangko dengan desain lambang PON XIX Surili dari berbagai macam cabang olah raga serta 600 sampul hari pertama yang mencantumkan tanggal perdana dicetaknya benda pos tersebut.

Menurut Manajer Unit Filateli Kantor Pos Besar Bandung, Rian Syahariani, selain benda pos yang disebutkannya, masyarakat juga dapat memesan perangko prisma edisi PON XIX.

"Itu mungkin kita harus stok dulu minimalnya 20 pemesan lalu kita buat. Nah seandainya itu ada pesanan (perangko prisma PON) baru kita buat. Jadi 20 itu istilahnya kalau ada pembeli lima, berarti kita harus buat lima lagi. Kalau beli 10, kita buat sepuluh lagi. Jadi tetap harus ada stok 20 dibuatkan kepada teman - teman," ujarnya kepada KBR di Kantor Pos Besar, Jalan Asia Afrika, Bandung, Kamis (8/9/2016).

Manajer Unit Filateli Kantor Pos Besar Bandung, Rian Syahariani mengatakan, benda pos seri PON XIX tersebut sebagian telah dipesan oleh kelompok kolektor filateli di luar negeri sebanyak 1500 lembar paket perangko. Sedangkan untuk kelompok kolektor dari dalam negeri, kata dia, telah melakukan pemesanan 500 lembar paket perangko.

Sementara itu dijelaskan oleh Kepala Pemasaran Unit Filateli PT Pos Pusat, Heri Nugrahanto, diterbitkannya perangko edisi PON XIX tersebut atas dasar penunjukan dari pemerintah.

"Kita ditunjuk pada dua tahun lalu untuk mencetak blanko benda pos seri PON XIX" kata Heri kepada KBR lewat telepon selulernya.

Editor: Dimas Rizky

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!