Karena Bohong, Peraih 12 Medali Emas Olimpiade Diskors 10 Bulan

Ryan Lochte diberi sanksi oleh Komite Olimpiade Internasional, Komite Olimpiade Amerika Serikat, serta Pengurus Besar Renang Amerika Serikat.

Kamis, 08 Sep 2016 10:10 WIB

Ryan Lochte, perenang Amerika Serikat peraih 12 medali emas Olimpiade. (Foto: Chan-Fan/Wikimedia/Creative Commons SA-4.0)

KBR - Perenang asal Amerika Serikat yang sudah meraih 12 medali emas Olimpiade, Ryan Lochte, dikenai sanksi skorsing larangan bertanding selama 10 bulan.

Ryan Lochte diberi sanksi oleh Komite Olimpiade Internasional, Komite Olimpiade Amerika Serikat, serta Pengurus Besar Renang Amerika Serikat.

Pemberian sanksi ini menjadi liputan luas di media-media Amerika Serikat seperti TMZ Sports, USA Today dan Chicago Tribune. Media-media itu mengutip sumber anonim karena keputusan itu belum resmi diumumkan kepada publik.

Skorsing dijatuhkan karena Ryan Lochte membuat laporan bohong ke polisi bahwa ia menjadi korban perampokan dan todongan senjata.

Belakangan, Ryan Lochte mengaku berbohong. Polisi di Brazil menyebut Lochte bukan dirampok melainkan sempat hendak ditangkap karena melakukan perusakan atau aksi vandal di sebuah toilet umum di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di arena Olimpiade Rio de Janeiro.

Dari rekaman CCTV yang dimiliki kepolisian Brazil, Lochte melakukan aksinya bersama sejumlah temannya sesama perenang asal Amerika Serikat. Polisi Brazil menyebutkan dari empat orang perenang AS, hanya Ryan Lochte dan temannya Jimmy Feigen yang memberikan laporan perampokan. Sedangkan, dua orang lainnya---Gunnar Bentz dan Jack Condor---hanya menjadi saksi.

Jika benar Ryan Lochte diskorsing 10 bulan, sanksi ini lebih lama dibanding skorsing terhadap tiga orang temannya sesama perenang yang terlibat dalam aksi vandal tersebut. Salah satu temannya hanya mendapat 10 bulan skorsing.

Selain diskorsing 10 bulan, media di Amerika Serikat juga memberitakan, Lochte dicoret dan dilarang ikut serta dalam kejuaraan renang dunia pada 2017 mendatang.  

Kejuaraan renang dunia tahun depan digelar di Budapest Hungaria, Juli mendatang. (TMZ, USA Today/Chicago Tribune) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau