Menpora Bakal Temui FIFA Pekan Ini

Pertemuan itu dilakukan di sela-sela pertemuan dengan Dewan Olimpiade Asia (OCA) untuk membahas persiapan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

Senin, 07 Sep 2015 10:49 WIB

Menpora, Imam Nahrawi/Foto Aisyah Khairunisyah.

KBR - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi berencana bertemu kembali dengan anggota Komite Eksekutif (Exco) FIFA, Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah, di Turkmenistan, Jumat pekan ini. Pertemuan itu dilakukan di sela-sela pertemuan dengan Dewan Olimpiade Asia (OCA) untuk membahas persiapan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

Menurut Imam, selain melaporkan perkembangan sepakbola di Indonesia, pihaknya juga akan melaporkan turnamen-turnamen yang sedang bergulir, seperti Piala Kemerdekaan, Piala Presiden, dan Liga Nusantara. Laporan itu dilakukan agar FIFA tidak hanya melihat laporan dari satu pihak saja, yakni PSSI.

Saat ini Indonesia sedang dihukum FIFA sejak 30 Mei 2015. Sanksi tersebut diberikan lantaran FIFA menilai adanya intervensi Pemerintah dalam hal ini Kemenpora terhadap PSSI. Menyusul, adanya surat keputusan (SK) sanksi administratif yang diberikan Kemenpora terhadap PSSI bernomor 01307 tertanggal 17 April 2015. (Goal)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.