Peraih medali emas Olimpiade Rio 2016, pasangan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrawi di kantor Kemenpora Jakarta, Selasa (23/8/2016). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Peraih medali emas Tontowi Ahmad mengaku persiapannya sudah begitu matang saat berlaga di Olimpiade Rio 2016 kemarin. Karena itu, atlet kelahiran Banyumas Jawa Tengah itu mengaku lebih percaya diri di setiap pertandingan mereka.

"Dari persiapan sendiri kan memang sudah bagus. Dari segi mental, psikolog tim maksudnya saya dan Liliyana juga sangat bagus. Saat olimpiade kemarin kita memang dapat feelnya," kata pemain yang akrab dipanggil Owi di Jakarta, Rabu (24/8/2016).

Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir sukses meraih medali emas dari cabang bulutangkis nomor ganda campuran di Olimpiade Rio 2016, Rabu (17/8) lalu. Mereka menjadi yang terbaik setelah mengalahkan ganda campuran Malaysia, Chan Peng Soon dan Goh Liu Ying. Tontowi/Liliyana menang dalam dua set dengan skor 21-14 dan 21-12.

Medali emas ini adalah medali pertama Indonesia sejak kegagalan di Olimpiade London 2012 lalu. Untuk ganda campuran, ini juga merupakan raihan emas pertama di ajang Olimpiade setelah sebelumnya ganda campuran mendapat perak di Olimpiade Sidney 2000 dan Olimpiade Beijing 2008.

Pada Olimpiade London tahun 2012 ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir hanya mampu meraih perunggu. Kini, di Olimpiade Rio, keduanya melenggang ke final tanpa kehilangan satu set pun.

Owi mengaku begitu percaya diri saat menghadapi Olimpiade Rio. Saat itu dia yakin permainannya dengan Liliyana sedang dalam kondisi prima.

"Saya udah percaya diri karena persiapannya sudah sangat bagus."

Kini Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir bersiap menghadapi Asian Games 2018 dan Olimpiade Tokyo 2020.

Editor: Agus Luqman
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!