Menpora Imam Nahrawi meninggalkan ruangan seusai memberikan keterangan terkait kesiapan atlet Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade Rio, Brasil, di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (2/8). Foto: Antara

KBR, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga masih menahan 30 persen dari Rp35 miliar anggaran untuk kontingen Indonesia di Olimpiade Rio de Janeiro. Menteri Olahraga Imam Nahrowi mengatakan pihaknya menunggu laporan pertanggungjawaban penggunaan 70 persen anggaran dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komandan Kontingen Atlet Indonesia (CdM). Kata dia, laporan ini merupakan bagian komitmen transparansi anggaran kementerian.

"Sudah kita berikan 70 persen, baik untuk persiapan, keberangkatan, termasuk tiket bisnis bagi olimpian, tapi 70 persen itu masih kita tunggu beberapa poin untuk diserahkan kepada kita laporan pertanggungjawabannya, kalau laporan sudah lengkap maka 30 persen akan kami berikan kepada KOI maupun CdM, ini untuk menguatkan komitmen transparansi dan akuntabilitas dari seluruh anggaran kementerian," kata Imam di kantor Kemenpora, Selasa (2/8/2016).

Imam menambahkan, seluruh atlet telah menyatakan siap berlaga di pesta olahraga dunia empat tahunan tersebut.

Olimpiade Rio bakal digelar 5-21 Agustus 2016. Kontingen Indonesia akan mengikuti 7 cabang olahraga dan mengirimkan 28 atlet.

Guna memastikan tidak adanya kendala, Imam meminta Komandan Kontingen melakukan koordinasi dengan otoritas setempat. Ini menyusul beredarnya banyak isu terkait keamanan dan juga ancaman virus.

"Isu-isu keamanan, selain zika juga ada yang terbaru ini, masalah pencemaran air yang memungkinkan ini terjadi bagi atlet dayung," kata dia. 

Baca juga: KLB PSSI, Menpora Minta PSSI Dengarkan Aspirasi Bonek


Editor: Sasmito

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!