Para pemain timnas sepak bola Belgia. Foto: Antara

KBR - Asosiasi Sepakbola Belgia (BFA) menunjuk Roberto Martinez sebagai pelatih baru timnas mereka, menggantikan Marc Wilmots.

Martinez sebelumnya menjadi manajer Everton selama tiga tahun. Karir pelatih asal Spanyol di Everton berakhir ketika ia dipecat Everton pada Mei lalu, hanya beberapa pekan sebelum berakhirnya Liga Inggris musim 2015-2016.

Marc Wilmots mundur dari jabatan pelatih timnas Belgia bulan lalu, hanya berjarak dua pekan setelah Belgia menelan kekalahan 1-3 di perempat final Piala Eropa 2016 melawan Wales.

Posisi pelatih kepala timnas Belgia yang kosong sempat ditawarkan melalui iklan online oleh BFA.

Tugas Martinez selanjutnya adalah mempersiapkan timnas Belgia dalam kualifikasi menuju Piala Dunia 2018. Ia akan mengawali debut sebagai pelatih timnas Belgia pada pertandingan 1 September melawan Spanyol.

Martinez pernah menangani sejumlah pemain timnas Belgia saat menjadi manajer di Everton, seperti Marouane Fellaini, Romelu Lukaku dan Kevin Mirallas.

Karir Martinez sebagai pelatih sepakbola selama ini hanya berada di lingkungan Inggris. Ia sebelumnya melatih Swansea City (2007-2009) dan mempersembahkan piala juara Football League One musim 2007-2008, lalu menuju ke Wigan Athletic (2009-2013) dan mempersembahkan Piala FA pada 2012-2013 dan Everton (2013-2016).

Ia pernah menjadi manajer terbaik di Ligue One Inggris pada musim 2007-2008, Manajer Terbaik FA Cup versi League Managers Association pada 2013.

Roberto Martinez merupakan salah satu manajer muda di dunia sepakbola. Ia kini berusia 43 tahun, lebih muda dua tahun dari manajer Manchester City Pep Guardiola, namun lebih tua lima tahun dari eks manajer Zenit St Petersburg Andre Villas Boas.

Martinez selama ini menganut gaya permainan ala Spanyol meski kemudian terpengaruh dengan gaya permainan Inggris. Ia selama ini dianggap kurang percaya diri dan ambisi. Kurang keras kepala.

Namun Martinez punya kepercayaan yang tinggi pada para pemain. Ia bahkan tidak takut untuk mengeksploitasi kekuatan pada para pemainnya. Seperti ketika ia meningkatkan peran dari dua bek andalan Everton Phil Jagielka dan Sylviain Distin yang tidak sekadar hanya berada di jantung pertahanan melainkan juga ke lapangan tengah.

Di Everton, Martinez punya ciri khas permainan lewat pasing, penempatan pemain dan penguasaan lapangan tengah. Meski begitu ia juga senang bermain menyerang dari sisi sayap, terutama sayap kiri. Apalagi jika ia menemukan pemain sayap bagus seperti Leighton Baines yang pada musim 2012-2013 menciptakan 116 peluang serangan, lebih dari para pemain lain di musim itu.

Sebagai salah satu manajer muda, Martinez juga senang memberi kesempatan dan meningkatkan performa para pemain usia muda, seperti kepercayaan yang ia berikan pada Romelu Lukaku. 

Baca:

Editor: Sasmito

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!