Cegah Bonek, Polisi Jaga Ketat KLB PSSI

Polda Metro Jaya sebelumnya sudah mengimbau Bonek Mania untuk tidak melakukan aksi.

Rabu, 03 Agus 2016 09:31 WIB

Ilustrasi kantor PSSI di Gelora Bung Karno. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Rabu (3/8/2016) pagi ini.

KLB PSSI rencananya dihadiri 107 peserta, terdiri dari 34 perwakilan Asosiasi Provinsi (Asprov), 73 perwakilan klub, dan dua perwakilan asosiasi.

Dari 107 peserta yang diundang, empat delegasi belum tiba, yaitu delegasi Asosiasi Provinsi Sulawesi Selatan, Persebaya Surabaya, Persimuba Musi Banyuasin, dan Persipal Palu.

KLB PSSI kali ini mengusung tiga agenda yaitu penetapan pemilihan anggota Komite Eksekutif PSSI terdiri dari satu presiden dan dua anggota Exco, penetapan tanggal pelaksanaan Kongres Tahunan Pemilihan PSSI, dan pengesahan revisi Kode Pemilihan PSSI (Electoral Code).

Di luar lokasi sidang, sekitar 250 personil Polda Metro Jaya berjaga-jaga. Polda Metro Jaya sebelumnya berencana menerjunkan sekitar seribu personel untuk mengamankan KLB PSSI dari aksi-aksi demonstrasi.

Di lapangan parkir polisi menyiapkan truk pengeras suara dan mobil truk. Pengamanan itu untuk mengantisipasi kedatangan pendukung klub Persebaya Surabaya, Bonek Mania, yang dikabarkan akan melakukan aksi di luar lokasi sidang.

Polda Metro Jaya sebelumnya sudah mengimbau Bonek Mania untuk tidak melakukan aksi, namun himbauan itu tidak diindahkan Bonek Mania.

Juru bicara Polda Metro Jaya, Awi Setiyono menyampaikan bahwa pihak kepolisian melarang Bonek melalukan unjuk rasa di luar Stadion Tugu, Jakarta Utara. Larangan itu diberikan demi alasan keamanan.

Massa Bonek pendukung Persebaya sejak Selasa kemarin sudah berdatangan ke Stasiun Senen Jakarta. Mereka hendak memprotes PSSI dan meminta PSSI tidak mencoret Persebaya sebagai klub peserta liga.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

Belum Temukan Pelaku Penyiraman Novel, Polisi Klaim Sudah Banyak Kemajuan

  • Dialog Jakarta Papua, Pemerintah Diminta Tak Abaikan Suara ULMWP
  • Dibanding Pekan Lalu, Pasien Difteri di RSPI Meningkat Nyaris Tiga Kali Lipat
  • 7 Narapidana Kabur Usai Potong Teralis Besi Lapas Binjai

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi